Perluasan layanan internet tidak selalu harus dimulai dengan pembangunan jaringan baru oleh setiap penyelenggara jasa internet. PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia membuka akses infrastruktur dan layanan konektivitas agar ISP dapat menambah jangkauan serta kapasitas secara lebih efisien.
Model tersebut diproyeksikan membantu percepatan pemerataan konektivitas di wilayah yang masih membutuhkan akses internet lebih baik. Langkah ini juga menempatkan kolaborasi industri sebagai bagian penting dalam menjawab kebutuhan jaringan yang terus tumbuh.
Berbagi aset untuk mempercepat ekspansi
InfraNexia menerapkan skema berbagi infrastruktur, yaitu pemanfaatan jaringan oleh lebih dari satu pelaku industri sesuai kebutuhan pengembangan masing-masing. Dengan pendekatan itu, ISP tidak perlu membangun seluruh aset secara mandiri ketika ingin memperluas layanan.
Perusahaan menyediakan infrastruktur digital dan konektivitas untuk mendukung kebutuhan kapasitas, cakupan layanan, serta kecepatan ekspansi jaringan. InfraNexia merupakan perusahaan operasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.
Direktur Komersial InfraNexia Syaiful Rahim Soenaria menyatakan kebutuhan industri berkembang dari sisi kapasitas, jangkauan, hingga kecepatan ekspansi. Ia menilai penyediaan infrastruktur bersama dapat menjadi penopang bagi ISP dalam memperluas jaringan.
“Kami melihat kebutuhan pelaku industri terus berkembang, baik dari sisi kapasitas, jangkauan, maupun kecepatan ekspansi. InfraNexia mendukung ISP melalui penyediaan infrastruktur dan layanan konektivitas yang dapat membantu mereka memperluas jaringan secara lebih cepat dan efisien,” kata Syaiful dalam rilis pers.
Akses terbuka bagi pelaku industri
Skema yang dijalankan InfraNexia mengusung pendekatan open-access dan neutral infrastructure. Infrastruktur tersebut dibuka bagi berbagai pelaku industri dengan penyesuaian terhadap kebutuhan pengembangan jaringan setiap ISP.
Pendekatan ini memberi pilihan bagi operator untuk memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, termasuk dukungan interkoneksi dan kesiapan kapasitas. Efisiensi investasi yang dihasilkan diharapkan dapat mempercepat penyediaan layanan internet di lebih banyak daerah.
InfraNexia menyoroti bahwa pemerataan jaringan berkaitan langsung dengan kemampuan industri menjangkau wilayah yang lebih luas. Ketersediaan kapasitas yang memadai juga diperlukan untuk mengakomodasi kenaikan kebutuhan konektivitas di berbagai daerah.
Kolaborasi industri internet
Inisiatif tersebut menjadi perhatian InfraNexia dalam rangkaian peringatan HUT ke-30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII dan Internet Days 2026. Kegiatan itu berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif Angga menyebut pertumbuhan internet Indonesia membutuhkan infrastruktur yang kuat, terbuka, dan mampu menjangkau semakin banyak wilayah. Ia mengapresiasi dukungan InfraNexia dalam kegiatan APJII serta kontribusinya bagi penguatan ekosistem internet nasional.
“Kehadiran InfraNexia diharapkan akan semakin memperkuat kolaborasi antara APJII, penyedia infrastruktur, dan pelaku industri. Dukungan ekosistem strategis, seperti Danantara, menjadi penting untuk mendorong penetrasi internet yang semakin luas dan merata,” ujar Arif.
Menurut InfraNexia, dampak konektivitas yang lebih merata dapat melampaui sektor telekomunikasi karena membuka akses masyarakat terhadap layanan digital dan literasi digital. Perusahaan menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan Danantara Indonesia, APJII, ISP, serta pemangku kepentingan lain untuk menghadirkan jaringan yang lebih luas, andal, dan berkelanjutan.






