Menjaga fokus saat tekanan meningkat menjadi ujian utama bagi pegolf amatir dalam The Indonesia Pro-Am 2026. Mereka akan berbagi arena dengan pemain profesional, sehingga ketenangan dan ketegasan mengambil keputusan menjadi bagian penting dari persaingan.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Agustus itu digelar di Gunung Geulis Country Club, Bogor. Ajang ini mempertemukan 100 pegolf profesional dan 100 pegolf amatir dalam kompetisi Asian Development Tour.
Tekanan pertandingan melampaui pencarian skor
Pegolf amatir perlu membaca situasi lapangan dan mengatur ritme permainan dalam suasana kompetitif. Tuntutan tersebut memberi pengalaman yang berbeda dibandingkan latihan dalam kondisi biasa.
Format pro-am juga membuat kemampuan individu bukan satu-satunya penentu hasil. Peserta perlu membangun komunikasi dengan pasangan, menjaga konsistensi, dan mempertahankan fokus sepanjang pertandingan.
Persaingan akan dimulai dengan dua putaran di East Course dan West Course. Peserta kemudian melanjutkan pertandingan ke babak final pada bagian akhir turnamen.
| Aspek Pertandingan | Rincian |
|---|---|
| Lokasi | Gunung Geulis Country Club, Bogor |
| Jadwal | 19–21 Agustus |
| Peserta | 100 profesional dan 100 amatir |
| Kategori | Individual dan tim pro-am |
Perbedaan kondisi dari satu lapangan ke lapangan lain dapat menguji kemampuan adaptasi setiap pemain. Ketika hasil mulai menentukan, pemain dituntut mempertahankan stabilitas dan tidak sekadar mengejar pukulan terbaik.
Hadiah profesional mencapai 150 ribu dolar AS
Total hadiah bagi kategori profesional mencapai 150 ribu dolar AS. Sebanyak 125 ribu dolar AS dialokasikan untuk kategori individual, sementara 25 ribu dolar AS disediakan untuk kategori pro-am.
| Kategori | Hadiah |
|---|---|
| Individual profesional | 125 ribu dolar AS |
| Pro-am | 25 ribu dolar AS |
| Total hadiah profesional | 150 ribu dolar AS |
Catatan tipis Naraajie menjadi pengingat
Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjadi salah satu pegolf tuan rumah yang mendapat perhatian. Pemain ini telah mengoleksi tiga gelar Asian Development Tour.
Pada edisi 2025, Naraajie finis T3 dengan skor 14-under. Ia hanya terpaut satu pukulan dari Nopparat Panichphol dari Thailand yang menjadi juara.
Catatan itu memperlihatkan kecilnya margin yang dapat memisahkan posisi pemain di papan klasemen. Dalam kondisi demikian, ketenangan pada satu ronde dapat memberi dampak besar terhadap hasil akhir.
Ruang kompetitif bagi pegolf lokal
The Indonesia Pro-Am telah digelar rutin sejak 2023 dan membuka akses kompetisi profesional bagi pegolf amatir Indonesia. Dalam tiga edisi sebelumnya, pasangan juara pro-am berasal dari Thailand, Malaysia, Australia, dan Indonesia.
Edisi pertama pada 2023 dimenangi pegolf tuan rumah Kevin Caesario Akbar. Kemenangan itu menandai peluang yang tersedia bagi pemain Indonesia untuk bersinar di panggung kompetitif tersebut.
Combiphar menjadi sponsor utama turnamen menjelang perayaan 55 tahun perjalanan perusahaan pada 2026. Dukungan ini melanjutkan keterlibatan Combiphar dalam event Asian Development Tour di Indonesia sejak 2016.
President Director Combiphar Michael Wanandi mengatakan semangat “Championing A Healthy Tomorrow” tidak hanya berbicara mengenai kesehatan. “Melalui The Indonesia Pro-Am, kami ingin memberikan pengalaman kompetitif yang berharga bagi pegolf amatir Indonesia sekaligus terus mendukung para pegolf profesional untuk berprestasi di tingkat internasional,” ujarnya dalam keterangan.






