Target Pulang dan Bangun Riset Jantung Bawaan, Langkah Imke dengan Beasiswa LPDP

Studi magister di Harvard University menjadi bagian dari rencana Imke Maria Del Rosario Puling untuk memperkuat riset dan pendidikan kedokteran di Indonesia. Penerima beasiswa LPDP ini juga menargetkan pembentukan kelompok riset yang berfokus pada inovasi penyakit jantung bawaan setelah menyelesaikan pendidikan.

Imke dijadwalkan mulai berkuliah pada Juli 2027 dalam program Master of Medical Science in Clinical Investigation melalui Translational Track. Program tersebut berfokus pada riset translasional yang menghubungkan temuan laboratorium dengan praktik klinis sehari-hari.

Menyiapkan Peran sebagai Dokter-Peneliti

Jalur pendidikan yang dipilih Imke sejalan dengan cita-citanya sebagai dokter-peneliti. Ia ingin tetap menangani pasien sebagai dokter sekaligus mengembangkan penelitian untuk memandang persoalan medis dari sisi yang berbeda.

Fokus akademiknya berada pada penyakit jantung bawaan dan bidang kardiovaskular. Imke melihat masih tersedia peluang untuk mengembangkan riset pada bidang tersebut di Indonesia.

Visi kontribusi itu menjadi bagian penting dalam proses pendaftaran studi dan beasiswa. Ia menilai calon mahasiswa perlu memiliki arah keilmuan yang jelas serta memahami persoalan di Indonesia yang ingin dijawab melalui pendidikan lanjutan.

Rencana Setelah Menyelesaikan Studi

Setelah lulus dari Harvard University, Imke berencana kembali ke Indonesia untuk terlibat dalam penelitian dan pendidikan. Ia bercita-cita bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional serta menjadi dosen.

Selain membangun kelompok riset penyakit jantung bawaan, Imke menyimpan keinginan menjadi dokter di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Rencana tersebut menempatkan riset dan pelayanan kesehatan sebagai dua jalur kontribusi yang saling terkait.

Bekal Akademik yang Dikumpulkan Sejak Kuliah

Perjalanan Imke menuju studi lanjut bermula dari ketertarikannya mencoba kegiatan penelitian pada masa awal kuliah. Dari percobaan itu, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya angkatan 2021 tersebut merasa cocok dengan dunia riset.

Ia kemudian mengembangkan pengalaman melalui kompetisi ilmiah, tinjauan sistematis, analisis gabungan, penelitian laboratorium, penelitian kohort, dan proyek bersama dosen. Portofolionya juga diperkuat oleh publikasi ilmiah, organisasi, pelatihan, kursus daring, serta kolaborasi penelitian.

Imke pernah mengikuti program pertukaran penelitian di Kagoshima University, Jepang. Pengalaman itu memperluas pandangannya dan menambah persiapan untuk mendaftar ke kampus luar negeri.

Dosen PembimbingKontribusi dalam Perjalanan Imke
Prof. Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes, Sp.ParKMengenalkan penelitian laboratorium
dr. Valerinna Yogibuana Swastika Putri, Sp.JP(K), FIHA, FAPSCMembimbing bidang penyakit jantung bawaan
dr. Bayu Lestari, M.Biomed., PhDMemberikan masukan selama pendaftaran studi lanjut

Proses Pendaftaran Tidak Instan

Imke membutuhkan sekitar satu tahun untuk mempersiapkan pendaftaran ke Harvard University. Tahapannya mencakup pencarian kampus, tes kemampuan bahasa Inggris, penyusunan proposal riset, surat rekomendasi, dan wawancara.

Pemilihan kampus dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian program dengan minat risetnya. Proses tersebut juga memerlukan kesiapan administratif dan kemampuan menjelaskan rencana akademik secara terarah.

Dalam siaran pers Universitas Brawijaya, Imke menekankan perlunya mencari sumber daya yang tepat saat menghadapi tahapan yang sulit. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut mengambil peluang baru, termasuk kesempatan yang semula terlihat mustahil.

Baca Juga