Dari Huntara hingga Salareh Aia, Dua Usaha Lokal Jadi Tumpuan Pemulihan Agam

Dua wilayah di Kabupaten Agam menjadi titik pengembangan usaha untuk membantu warga terdampak banjir dan banjir bandang kembali memperoleh pendapatan. Huntara Linggai mengembangkan olahan ikan Danau Maninjau, sedangkan Salareh Aia menyiapkan pengolahan pinang.

Penguatan dua usaha lokal itu dilakukan melalui Program Klasterisasi 2026 yang melibatkan PNM, BNPB, dan Pemerintah Kabupaten Agam. Program ini diarahkan untuk menjadikan komoditas yang tersedia di sekitar warga sebagai dasar pemulihan ekonomi keluarga.

Pilihan pada ikan Danau Maninjau dan pinang menunjukkan pemulihan tidak hanya bertumpu pada bantuan setelah bencana. Masyarakat didorong mengolah sumber daya yang telah ada agar dapat membangun kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Lokasi dan Komoditas Klaster

LokasiKecamatanKomoditas
Huntara Linggai, Nagari Duo KotoTanjung RayaIkan Danau Maninjau
Salareh AiaPalembayanPinang

Di Huntara Linggai, klaster yang dijalankan adalah pengolahan ikan hasil Danau Maninjau. Di Salareh Aia, warga diarahkan untuk mengembangkan klaster pengolahan pinang.

Kedua klaster tersebut dibangun dengan bertumpu pada potensi yang dimiliki masyarakat setempat. Pendekatan ini diharapkan memudahkan warga mengembangkan usaha karena komoditasnya telah tersedia di lingkungan mereka.

Dukungan dari Pelatihan hingga Pembiayaan

PNM menyediakan pelatihan dan pendampingan untuk mendukung kegiatan usaha dalam program ini. Perusahaan juga memberikan dukungan sarana produksi serta akses pembiayaan bagi masyarakat yang terlibat.

Rangkaian dukungan tersebut ditujukan agar warga terdampak dapat kembali produktif. Pengembangan usaha diharapkan tidak berhenti pada produksi, tetapi dapat membuka pasar dan memperkuat pendapatan keluarga.

Pemimpin Cabang PNM Padang Hendra Jalius mengatakan pemulihan ekonomi perlu menciptakan ruang bagi masyarakat untuk membangun kembali kemampuan menghasilkan. Menurut dia, warga perlu didorong mengembangkan potensi yang berada di lingkungannya sendiri.

“Pemulihan ekonomi tidak berhenti ketika bantuan diberikan. Yang ingin didorong PNM adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menghasilkan, mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi setelah bencana,” ujar Hendra.

Kolaborasi untuk Kemandirian Warga

Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ary Laksmana Widjaja menilai penguatan ekonomi masyarakat penting dalam tahap pemulihan pascabencana. Ia berharap warga tidak hanya bergantung pada bantuan dan dapat membangun sumber penghidupan secara mandiri.

Pemerintah Kabupaten Agam juga mendukung kolaborasi tersebut. Asisten II Pemkab Agam Adrinaldi mengatakan pemerintah daerah akan terus mendampingi warga yang berusaha bangkit dari dampak bencana.

“Pemda Agam selalu mendukung masyarakat agar bisa bangkit dari bencana yang telah berdampak kepada kehidupan mereka. Kami berterima kasih kepada BNPB, PNM, dan seluruh mitra yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program,” kata Adrinaldi.

Melalui pengolahan ikan Danau Maninjau dan pinang Salareh Aia, pemulihan Agam diarahkan menuju penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Klasterisasi usaha itu diharapkan dapat mengembalikan harapan warga untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

Baca Juga