Kulit Psoriasis yang Kering Diuji dengan Pelembap Microbiome, Hidrasi Naik Sejak Hari ke-14

Kulit dengan psoriasis kerap menghadapi dua masalah yang saling berkaitan, yakni kekeringan dan gangguan fungsi lapisan pelindung. Dalam evaluasi klinis, penggunaan pelembap berbasis microbiome menunjukkan peningkatan hidrasi sejak hari ke-14.

Pada periode itu, hidrasi kelompok microbiome meningkat 2,05 kali. Setelah penggunaan 28 hari, peningkatan yang tercatat mencapai 5,26 kali.

Hasil ini berasal dari evaluasi yang membandingkan LABORÉ BiomeRepair™ TopiCalm Cream dengan pelembap konvensional. Kelompok pengguna pendekatan microbiome dilaporkan memperoleh peningkatan hidrasi yang lebih besar daripada kelompok non-microbiome.

Data perubahan hidrasi kulit

Periode evaluasiHasil pada kelompok microbiomeFokus penilaian
Hari ke-14Hidrasi meningkat 2,05 kaliKelembapan kulit
Hari ke-28Hidrasi meningkat 5,26 kaliKelembapan kulit

Evaluasi tersebut dipresentasikan dalam PIT XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta pada 7 Agustus 2026. Menurut lifestyle.kompas.com, penilaian dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Cita Rosita S. Prakoeswa, Sp. DVE., Subsp. DAI., FINSDV, FAADV, M.A.R.S. dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Penilaian mencakup perubahan hidrasi dan tingkat keparahan psoriasis pada peserta. Dengan demikian, hasil yang diamati tidak hanya berkaitan dengan kondisi kelembapan permukaan kulit.

Penilaian keparahan pada lengan

Untuk mengukur tingkat keparahan psoriasis, evaluasi menggunakan Psoriasis Area and Severity Index atau PASI. Skor PASI dinilai pada area lengan karena produk hanya diberikan pada bagian tersebut.

Kelompok yang menggunakan pendekatan microbiome disebut mengalami penurunan skor PASI yang signifikan dibandingkan kelompok non-microbiome. Temuan itu menunjukkan perubahan pada area yang menjadi lokasi pemakaian produk selama evaluasi.

Prof. Cita menjelaskan seluruh hasil penilaian PASI pada kelompok microbiome memperlihatkan penurunan yang signifikan. “Pada psoriasis, kami menghitung PASI lengan karena hanya diberikan pada area tersebut. Kalau kita lihat ini semuanya turun signifikan pada kelompok microbiome,” katanya dalam siaran resmi LABORÉ.

Penilaian pada lengan perlu dilihat sesuai ruang lingkup evaluasi. Hasil tersebut tidak dapat diartikan bahwa pelembap menjadi pengganti seluruh terapi untuk psoriasis.

Hubungan microbiome dan lapisan pelindung kulit

Microbiome kulit merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit. Keseimbangan mikroorganisme ini terus diteliti dalam dermatologi karena berkaitan dengan kondisi serta fungsi kulit.

Pendekatan microbiome pada perawatan kulit diarahkan untuk mendukung keseimbangan tersebut. Riset di bidang ini mencakup kondisi kulit kering, peradangan, dan gangguan skin barrier.

Skin barrier adalah lapisan pelindung kulit yang berperan dalam mempertahankan kondisi permukaan kulit. Pada psoriasis, kekeringan dan gangguan fungsi lapisan pelindung menjadikan perawatan kelembapan sebagai salah satu bagian yang relevan.

Psoriasis sendiri merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Karena itu, perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Formula nonsteroid untuk kulit sensitif

BiomeRepair™ TopiCalm Cream merupakan pelembap nonsteroid yang ditujukan untuk kulit sangat sensitif. Produk ini juga ditujukan bagi kulit yang rentan mengalami eksem, psoriasis, dan gangguan fungsi skin barrier.

Formula produk menggabungkan Encapsulated Microbiome Technology dengan Vitamin B12. Kombinasi itu dikembangkan untuk membantu meredakan tanda iritasi serta mendukung perbaikan fungsi lapisan pelindung kulit.

LABORÉ mengembangkan teknologi 3X-SYNBIOTICS yang memadukan postbiotic, prebiotic, dan paraprobiotic dengan bahan aktif tertentu. Teknologi ini dirancang untuk mendukung fungsi biologis alami kulit dan menjaga keseimbangan microbiome.

Evaluasi tersebut memperlihatkan potensi pendekatan microbiome dalam mendukung hidrasi serta penilaian keparahan psoriasis pada area yang diuji. Pemilihan produk dan terapi tetap perlu mengikuti rekomendasi tenaga medis agar sesuai dengan kebutuhan pasien.

Baca Juga