Guillermo Almada memberi kepercayaan kepada Fernando Tapia untuk menjaga gawang América saat melawan Atlético San Luis. Kiper berusia 25 tahun itu tampil sebagai starter pada Jornada 4 Apertura 2026 di Estadio Banorte.
Laga tersebut menjadi debut Tapia untuk tim utama América di Liga MX. Keputusan itu menonjol karena posisi penjaga gawang klub selama ini dihuni oleh Luis Ángel Malagón dan Rodolfo Cota.
Kesempatan dari Rotasi Skuad
Almada memasukkan Tapia dalam susunan awal sebagai bagian dari rotasi tim. Cota, yang sebelumnya menjadi salah satu pilihan di bawah mistar, memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Kepercayaan sebagai starter membuat Tapia menghadapi tugas langsung mengawal pertahanan sejak peluit awal. Kesempatan tampil penuh memberi ukuran yang lebih nyata atas kemampuannya dibanding sekadar berada dalam daftar skuad.
| Lini | Susunan América |
|---|---|
| Kiper | Fernando Tapia |
| Belakang | Emilio Lara, Ramón Juárez, Miguel Vázquez, Dagoberto Espinoza |
| Tengah | Alan Cervantes, Ícaro |
| Depan | Óscar Perea, Raphael Veiga, Diego Arriaga, Henry Martin |
Emilio Lara, Ramón Juárez, Miguel Vázquez, dan Dagoberto Espinoza membentuk lini pertahanan di depan Tapia. Di lini lain, Alan Cervantes dan Ícaro bermain di tengah, sedangkan Henry Martin bergabung dengan Óscar Perea, Raphael Veiga, serta Diego Arriaga di depan.
Kembali ke Tempat Awal Karier
Debut ini membawa Tapia kembali ke panggung klub yang pernah membentuknya melalui akademi. Pada periode pertamanya bersama América, ia belum memperoleh menit bermain di tim utama.
Ia kemudian pindah ke Querétaro untuk mengumpulkan pengalaman di level profesional. Dalam dua semester, Tapia membukukan 15 pertandingan dan menerima panggilan ke beberapa skuad nasional Meksiko, meski belum mencatatkan penampilan.
Kariernya berlanjut di Tigres selama tiga turnamen. Namun, ia hanya bermain tiga kali karena berada di belakang Nahuel Guzmán dalam persaingan penjaga gawang.
Pembuktian di Tengah Persaingan
Pengalaman di Querétaro dan Tigres menjadi bagian dari bekal Tapia saat kembali ke América. Namun, persaingan dengan Malagón dan Cota tetap membuat setiap kesempatan bermain memiliki bobot besar.
Penampilan melawan Atlético San Luis memberi Tapia ruang untuk membuktikan dirinya dalam konteks Liga MX. Bagi América, rotasi tersebut juga membuka pilihan lain di posisi kiper dalam perjalanan kompetisi.
Panggung di Estadio Banorte bukan hanya catatan penampilan pertama Tapia bersama tim utama. Laga itu menjadi langkah baru setelah jalurnya membawanya dari akademi América, Querétaro, dan Tigres sebelum kembali mengenakan peran penting di bawah mistar.






