Gencatan yang Rapuh Diuji Lagi, Serangan Israel Menewaskan 9 Orang di Lebanon

Ketenangan yang sempat muncul setelah serangkaian kesepakatan kini kembali diuji di Lebanon selatan. Serangan Israel pada Sabtu (15/8) menewaskan sembilan orang, termasuk tiga anak-anak, dan memunculkan kekhawatiran akan eskalasi baru.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menilai peningkatan serangan itu berbahaya bagi stabilitas perbatasan. Ia meminta Israel menghentikan operasi yang dinilai dapat merusak proses konsolidasi keamanan di wilayah selatan.

Kesepakatan Belum Mengakhiri Ketegangan

Kekerasan sebelumnya sempat mereda setelah nota kesepahaman Amerika Serikat dan Iran pada Juni. Kerangka kesepakatan Lebanon-Israel yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir Juli juga disebut membantu menurunkan intensitas kekerasan.

Meski begitu, Lebanon tetap melaporkan serangan Israel yang terjadi dari waktu ke waktu. Penghancuran bangunan sipil di desa-desa serta kota-kota selatan juga dilaporkan masih berlangsung.

Serangan terbaru memperlihatkan bahwa Gencatan Senjata Lebanon belum sepenuhnya menutup peluang bentrokan lanjutan. Perbedaan klaim soal sasaran operasi turut menambah tekanan politik di lapangan.

Israel dan Lebanon Berbeda Penilaian

Israel menyatakan operasi udara itu menyasar Hizbullah, kelompok milisi yang didukung Iran. Salam, sebaliknya, menyebut tujuh orang yang meninggal dalam salah satu serangan bukan sasaran militer.

“Israel harus menghentikan eskalasi ini, sangat berbahaya dan melemahkan upaya untuk mengkonsolidasikan stabilitas di selatan,” kata Salam. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan serangan yang masih berlangsung secara terputus-putus.

Konflik Israel Hizbullah meningkat setelah kelompok itu menembakkan roket ke Israel pada Maret untuk mendukung Iran. Israel kemudian membalas dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon.

Rangkaian operasi tersebut dilaporkan menewaskan ribuan orang di Lebanon. Kerusakan pada bangunan sipil juga meluas di sejumlah wilayah selatan yang terdampak konflik.

Sembilan Korban di Dua Wilayah

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat tujuh orang tewas akibat serangan di Ansar. Dua orang lainnya meninggal dalam serangan di Deir Zahrani.

Lokasi SeranganKorban TewasInformasi yang Dilaporkan
Ansar7 orangSebuah rumah di pinggiran desa diserang pesawat tempur
Deir Zahrani2 orangMenjadi bagian dari rangkaian serangan udara

Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, melaporkan peningkatan serangan pada Sabtu pagi. Serangan udara juga dilaporkan menyasar punggung bukit Ali Al Taher.

Seorang warga bernama Abbas Khalil mengatakan serangan berlangsung ketika warga menjalankan salat subuh. “Kami terkejut, tidak ada pembenaran untuk hal ini,” katanya kepada AFP.

Dengan korban jiwa baru dan serangan yang masih terjadi, Lebanon selatan kembali berada dalam situasi yang rentan. Upaya menjaga stabilitas kini berhadapan dengan risiko kekerasan yang dapat meningkat sewaktu-waktu.

Baca Juga