Pagi yang Berubah Panik di Marapokot, Gempa M 7 Merobohkan Tiang Listrik

Pagi di Marapokot, Mbay, Nagekeo, berubah menjadi kepanikan setelah gempa magnitudo 7 mengguncang Nusa Tenggara Timur sebelum pukul 06.00 WITA pada Sabtu (15/8). Warga yang tinggal di sekitar pantai segera meninggalkan rumah dan bergerak menuju kawasan yang lebih tinggi.

Di tengah perjalanan, warga menyaksikan sejumlah dampak kerusakan. Tiang listrik tumbang di pinggir jalan dan beberapa tembok rumah dilaporkan runtuh.

Pergerakan menjauh dari pantai dilakukan menggunakan kendaraan masing-masing. Warga berpencar mengikuti jalur evakuasi sambil mencari lokasi yang dirasa lebih aman.

Bagi Samsul Bahri, pekerja galangan kapal berusia 43 tahun, keputusan keluar rumah diambil dalam hitungan singkat. Ia melihat lantai rumahnya mulai terbelah ketika guncangan kuat berlangsung.

Samsul semula terbangun karena alarm telepon genggamnya berbunyi. Setelah mematikan alarm dan kembali berbaring, ia merasakan guncangan yang kemudian membuatnya segera menyelamatkan diri.

“Rumah ada terbelah di lantai tadi, saya hanya lihat lantai sudah mulai terbelah, saya tidak lihat lagi, langsung saya lari,” kata Samsul sebagaimana dikutip CNN Indonesia. Ia tidak sempat memeriksa lebih jauh kerusakan pada rumah tersebut.

Kerusakan di Tengah Perjalanan

Samsul melihat beberapa warga lain juga keluar dari rumah dan menggunakan kendaraan. Arus pergerakan itu berlangsung ke arah yang menjauh dari kawasan pesisir.

Dalam perjalanan, ia menyaksikan tiang listrik roboh serta bagian tembok rumah warga yang runtuh. Kerusakan tersebut terlihat di sekitar jalur yang dilalui warga saat evakuasi.

“Di jalan ada beberapa tiang listrik tumbang, kami lihat rumah-rumah juga beberapa roboh temboknya,” ujar Samsul. Informasi yang disampaikannya menggambarkan kondisi yang ia lihat langsung ketika meninggalkan area pantai.

Samsul mengaku belum mengetahui keadaan rumahnya setelah ditinggalkan. Fokusnya saat itu adalah keluar dari wilayah terdampak bersama warga lain.

“Saya sudah tidak tahu lagi kondisi rumah sekarang. Pokoknya kita lari saja selamatkan diri dulu,” katanya. Kepanikan membuat warga mendahulukan keselamatan dibanding memastikan kondisi bangunan masing-masing.

Arahan Warga Lokal Menjadi Pegangan

Samsul merupakan pendatang di Nagekeo sehingga tidak mengetahui lokasi pengungsian secara pasti. Ia mengikuti warga setempat yang mengarahkan rombongan untuk terus menjauh dari pesisir.

Dalam pelariannya, rombongan pengungsi disebut berada di depan BRI. Warga asli di lokasi itu mengatakan mereka sudah berada cukup jauh dari pantai.

“Yang penting sudah jauh dari pesisir dulu,” ujar Samsul. Menjauh dari garis pantai menjadi tindakan utama warga setelah guncangan gempa dirasakan.

Kondisi rumah Samsul dan rincian dampak lain setelah warga meninggalkan lokasi belum diketahui. Keterangan yang tersedia menegaskan perubahan cepat situasi di Marapokot, dari aktivitas pagi menjadi evakuasi warga menuju area yang lebih jauh dari pantai.

Baca Juga