Samsung memasarkan Galaxy Z Fold8 Series di Indonesia mulai Rp28,499 juta, dengan tawaran perangkat lipat yang diarahkan untuk menangani pekerjaan dan produksi konten dalam satu perangkat. Seri ini terdiri atas Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 dengan pilihan kapasitas penyimpanan hingga 1TB.
Pendekatan tersebut menyasar pengguna yang kerap berpindah dari ponsel ke tablet atau laptop untuk mengikuti rapat, membuka dokumen, mengolah ide, hingga menyunting konten. Samsung menempatkan layar lipat sebagai ruang kerja portabel, bukan hanya pembeda bentuk perangkat.
Pilihan Model dan Harga
Galaxy Z Fold8 Ultra ditujukan bagi pengguna yang memerlukan bidang kerja lebih besar saat perangkat dibuka. Galaxy Z Fold8 hadir dalam bodi yang lebih ringkas untuk kebutuhan penggunaan harian.
| Model | Varian | Harga |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 12GB/256GB | Rp32,499 juta |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 12GB/512GB | Rp36,499 juta |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 16GB/1TB | Rp44,499 juta |
| Galaxy Z Fold8 | 12GB/256GB | Rp28,499 juta |
| Galaxy Z Fold8 | 12GB/512GB | Rp32,499 juta |
| Galaxy Z Fold8 | 16GB/1TB | Rp40,499 juta |
Untuk Galaxy Z Fold8, Samsung menyediakan RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB. Kapasitas ini ditujukan untuk menyimpan berkas kerja, materi kreatif, serta hasil produksi konten dalam perangkat yang sama.
Layar Luas untuk Aktivitas Bersamaan
Saat dibuka, layar perangkat lipat memberi area lebih lapang untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Pengguna dapat membuka dokumen, mengikuti rapat, dan mencatat informasi dalam satu waktu.
Ilham Indrawan selaku MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia menyatakan kebutuhan pengguna premium kini berkembang. Menurut dia, pengguna menginginkan perangkat yang mampu mengikuti kegiatan sehari-hari dengan cara yang lebih cerdas dan efisien.
“Karena itu, Galaxy Z Fold8 Series kami rancang dengan mengintegrasikan hardware premium dan Galaxy AI untuk membantu pengguna bekerja, berkreasi, dan menyelesaikan lebih banyak hal secara praktis dalam satu perangkat,” ujar Ilham dalam keterangan resminya. Pernyataan itu menegaskan posisi Galaxy AI sebagai bagian dari alur kerja, bukan sekadar pelengkap fitur.
AI untuk Rapat dan Informasi Sensitif
Galaxy AI dapat membantu membuat transkrip percakapan rapat, mengenali beberapa pembicara, dan menyusun rangkuman diskusi. Sebagian pemrosesan dapat dilakukan langsung di perangkat dan tanpa koneksi internet.
Kemampuan pemrosesan lokal menjadi pertimbangan bagi pengguna yang mengelola percakapan kerja atau informasi sensitif. Fitur tersebut dirancang untuk memangkas sejumlah langkah manual ketika pengguna perlu memahami hasil rapat dengan cepat.
Kamera Menyatu dengan Produksi Konten
Galaxy Z Fold8 Ultra mendukung perekaman hingga 8K dan pengeditan langsung dari perangkat. Pengguna juga dapat memakai kamera utama sambil melihat tampilan melalui layar penutup ketika mengambil foto atau video.
Model Ultra membawa kamera Ultra Wide 50MP, sedangkan Galaxy Z Fold8 memiliki kamera utama 50MP dan Ultra Wide 50MP. Content creator Theo Derick menilai nilai penting perangkat terletak pada dukungannya terhadap keseluruhan alur produksi, dari pencarian ide hingga unggahan.
Samsung juga memperbarui Smart Switch untuk memudahkan perpindahan pengguna iPhone ke Galaxy tanpa memasang aplikasi tambahan pada perangkat lama. Transfer dapat dilakukan melalui jaringan nirkabel atau kabel untuk memindahkan password, passkey, riwayat panggilan, Wi-Fi, eSIM, pengaturan aksesibilitas, dan informasi akun.
Pada masa pre-order 22 Juli hingga 13 Agustus 2026, Samsung menawarkan peningkatan memori hingga Rp4 juta serta cashback kartu kredit bank mitra hingga Rp3 juta. Penawaran lain mencakup perlindungan layar selama dua tahun, Google AI Pro selama enam bulan, dan tambahan cashback tukar tambah hingga Rp2 juta.






