Rudal balistik FP-9 yang dikembangkan perusahaan pertahanan Ukraina, Fire Point, disebut memiliki jangkauan hingga 855 kilometer. Kapasitas itu secara teori menempatkan Moskow dalam radius serang dari wilayah Ukraina.
Jarak antara Kyiv dan Moskow berada pada kisaran 760 hingga 780 kilometer. Dengan perhitungan tersebut, FP-9 masih berpotensi menyisakan jarak sekitar 75 kilometer untuk menjangkau area sekitar ibu kota Rusia.
Namun, kemampuan itu masih berupa potensi karena FP-9 belum dinyatakan siap digunakan. Fire Point masih melanjutkan pengembangan rudal tersebut sebelum memasuki tahap pemakaian operasional.
Hulu Ledak 800 Kilogram
FP-9 dirancang membawa hulu ledak hingga 800 kilogram. Daya angkut ini jauh lebih besar dibandingkan rudal FP-7, proyek lain yang juga sedang dikerjakan Fire Point.
| Model | Jangkauan | Hulu Ledak | Status |
|---|---|---|---|
| FP-7 | 200 kilometer | 150 kilogram | Sertifikasi dan uji tempur |
| FP-9 | 855 kilometer | 800 kilogram | Dalam pengembangan |
Dengan jangkauan dan muatan tersebut, FP-9 direncanakan untuk menyerang pangkalan serta titik peluncuran milik Rusia hingga ke wilayah terdalamnya. Sasaran potensialnya mencakup fasilitas militer, pangkalan udara, dan pusat pemerintahan di kawasan Moskow.
Rudal balistik dipandang lebih sulit dicegat daripada rudal jelajah maupun pesawat tanpa awak. Karena itu, keberhasilan proyek ini dapat menambah pilihan serangan jarak jauh bagi Ukraina.
Target Penyelesaian Pengembangan
Fire Point memperkirakan pengembangan FP-9 dapat rampung pada akhir 2026. Direktur Utama sekaligus Kepala Teknologi Fire Point, Iryna Terekh, juga membuka kemungkinan kesiapan lebih cepat bila pekerjaan berjalan tanpa gangguan.
“Jika tidak ada yang mengganggu pekerjaan kami, FP-9 juga siap musim gugur ini,” kata Terekh dalam pernyataan yang dikutip Politico. Pernyataan itu turut diberitakan CNBC Indonesia.
Pengembangan rudal domestik menjadi penting ketika Ukraina menghadapi keterbatasan pasokan peluru pencegat untuk sistem Patriot. Amerika Serikat juga disebut mengalami kesulitan mengisi kembali persediaan yang terkuras oleh perang dengan Iran.
Dalam kondisi tersebut, Ukraina berupaya memperkuat strategi menyerang lokasi peluncuran rudal Rusia sebelum senjata itu digunakan. FP-9 diposisikan sebagai salah satu kemampuan yang dapat mendukung pendekatan tersebut.
FP-7 untuk Peran Taktis
Berbeda dari FP-9, FP-7 merupakan rudal balistik taktis jarak pendek dengan jangkauan 200 kilometer. Rudal ini membawa hulu ledak 150 kilogram dan ditujukan untuk menyerang sasaran darat.
FP-7 juga dirancang sebagai amunisi untuk sistem pertahanan udara. Menurut Terekh, proyek ini telah memasuki tahap sertifikasi yang memerlukan sejumlah peluncuran uji berdasarkan prosedur tertentu.
Setelah pengujian dan pembuktian efektivitas dalam pertempuran nyata, FP-7 dapat digunakan. Fire Point menargetkan rudal tersebut siap dipakai pada musim gugur 2026 jika seluruh proses berlangsung lancar.
Rudal FP-7 menjadi bagian dari sistem pertahanan rudal Eropa bernama Freyja. Fire Point akan menyiapkan rudal serta peluncurnya, sedangkan sekutu Ukraina memasok radar dan perangkat pelacak sasaran.
Selain dua proyek itu, Ukraina telah memiliki rudal jelajah FP-5 Flamingo dengan hulu ledak 1 ton dan jangkauan hingga 3.000 kilometer. Ukraina juga mengandalkan keluarga pesawat tanpa awak untuk menyerang kilang minyak serta fasilitas logistik Rusia.






