Keberanian anak-anak disabilitas menghadapi kehilangan menjadi inti Film Istimewa yang akan tayang pada 17 September 2026. Saat Pak Mahendra menghilang tanpa kabar, anak-anak di Rumah Istimewa memilih memulai petualangan untuk menemukannya.
Film ini tidak menjadikan mereka sekadar pelengkap dalam cerita. Anak-anak justru mengambil langkah, menentukan arah perjalanan, dan menghadapi berbagai rintangan bersama-sama.
Petualangan yang Berawal dari Kehilangan
Pak Mahendra adalah figur ayah yang selama ini memberi perhatian kepada sejumlah anak di Rumah Istimewa. Perannya dimainkan oleh Mathias Muchus, yang melihat naskah film ini membawa pesan kuat mengenai penerimaan dalam keluarga.
Kepergian Pak Mahendra meninggalkan kekosongan bagi anak-anak yang tumbuh bersamanya. Dari situ, pencarian mereka berkembang menjadi perjalanan yang memadukan keberanian, persahabatan, dan momen-momen tawa.
Mathias mengatakan bahwa makna keluarga dalam film ini tidak dibatasi oleh ikatan biologis. Ia menilai keluarga dibentuk oleh orang-orang yang memilih untuk saling hadir dalam situasi sulit.
“Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan,” ujar Mathias. Pesan itu menjadi latar emosional dari keputusan anak-anak untuk mencari Pak Mahendra.
Suara Anak-anak dalam Cerita Istimewa
Melalui tokoh-tokohnya, Istimewa menampilkan anak disabilitas sebagai pihak yang memiliki daya untuk bertindak dan berkarya. Aldi, salah satu pemeran anak, berharap kehadiran film ini dapat memberi motivasi kepada anak-anak disabilitas lainnya.
Ia berharap mereka dapat kembali bangkit untuk meraih mimpi masing-masing. Aldi juga menekankan bahwa teman-teman istimewa mampu menghasilkan karya.
“Semoga film ini bisa jadi motivasi untuk anak-anak disabilitas kembali bangkit meraih mimpi masing-masing, dan membuktikan bahwa teman-teman istimewa juga mampu berkarya,” ujar Aldi. Harapan tersebut sejalan dengan cerita yang memberi posisi utama kepada anak-anak dalam petualangan pencarian.
Terinspirasi dari Berbagai Penuturan
Ruben Adrian menyutradarai Istimewa dengan gagasan yang berangkat dari kisah-kisah teman-teman disabilitas. Dalam keterangan resmi yang dimuat CNN Indonesia, Ruben menyebut berbagai penuturan tersebut menjadi alasan film ini memiliki arti khusus bagi tim pembuatnya.
“Yang membuat Istimewa begitu berarti bagi kami adalah karena film ini lahir dari berbagai kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman Istimewa,” ujar Ruben. Cerita-cerita itu kemudian dirangkai menjadi perjalanan yang menonjolkan harapan, keberanian, dan kasih sayang.
Pilihan latar Rumah Istimewa memperkuat gagasan tentang rumah sebagai ruang untuk tumbuh bersama. Di tempat itu, hubungan antara anak-anak dan Pak Mahendra dibangun melalui perhatian serta kehadiran sehari-hari.
Ketika figur tersebut tidak lagi ada di sisi mereka, anak-anak harus menanggapi situasi itu dengan cara mereka sendiri. Perjalanan mencari Pak Mahendra menjadi ruang bagi film untuk menampilkan dinamika kebersamaan mereka.
Jadwal Tayang dan Materi Promosi
Istimewa dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Trailer dan poster resminya telah tersedia di kanal YouTube serta media sosial resmi Kairos Film.
Materi promosi tersebut memberi pengantar mengenai petualangan anak-anak di Rumah Istimewa. Film ini menggabungkan cerita pencarian dengan pesan tentang pentingnya orang-orang yang memilih untuk saling menjaga.






