FIGC Dihadapkan Dilema Pirlo, Dukungan Maldini Berbenturan dengan Kontrak Fonbet

FIGC menghadapi dilema dalam mempertimbangkan Andrea Pirlo sebagai pelatih tim nasional Italia. Di satu sisi, Paolo Maldini disebut mendukung namanya, tetapi kontrak Pirlo dengan Fonbet memunculkan keberatan dari sejumlah politikus.

Federasi belum membuat keputusan final mengenai kandidat pengganti Gennaro Gattuso tersebut. Evaluasi atas hubungan Pirlo dengan perusahaan taruhan Rusia itu menjadi bagian sensitif dalam pencarian sosok baru untuk memimpin Gli Azzurri.

Paolo Maldini, direktur teknis FIGC yang baru, dikabarkan memandang Pirlo sebagai opsi yang layak dipertimbangkan. Dukungan itu datang ketika Italia mencari arah baru setelah kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.

Kegagalan menuju Piala Dunia itu merupakan yang ketiga secara beruntun bagi Italia. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap FIGC untuk memilih pelatih yang mampu mengembalikan kepercayaan terhadap tim nasional.

Pilihan Pelatih Tidak Sekadar Urusan Teknis

Giovanni Malago sebagai Presiden FIGC yang baru terpilih menghadapi ujian awal melalui polemik ini. Ia memimpin upaya pembenahan federasi pada saat publik menuntut perubahan yang lebih luas dalam sepak bola Italia.

Pina Picierno, Wakil Presiden Parlemen Eropa, menilai pembaruan itu harus mencakup budaya, etika, dan tata kelola. Dalam pandangannya, pencalonan Pirlo justru bertolak belakang dengan kebutuhan perubahan tersebut.

Carlo Calenda dari Partai Azione menyoroti kelayakan figur yang mempunyai hubungan promosi dengan Rusia setelah 2022. Ia menilai pihak semacam itu tidak layak menjalankan jabatan yang merepresentasikan kepentingan nasional Italia.

Ignazio La Russa memiliki catatan berbeda terhadap Pirlo. Ketua Senat Italia itu tetap mengakui pencapaian Pirlo sebagai legenda, tetapi meragukan kapasitasnya sebagai pelatih tim nasional.

NamaPeranSikap terhadap Pirlo
Paolo MaldiniDirektur teknis FIGCDisebut mendukung kemungkinan penunjukan Pirlo.
Pina PiciernoWakil Presiden Parlemen EropaMenilai pencalonan tidak sejalan dengan pembaruan etika dan tata kelola.
Ignazio La RussaKetua Senat ItaliaMenganggap penunjukan Pirlo berisiko.
Carlo CalendaPemimpin Partai AzioneMempertanyakan hubungan figur nasional dengan Rusia.

Kontrak Fonbet dan Acara di Luzhniki

Pirlo menandatangani perjanjian sebagai duta global Fonbet pada Oktober tahun lalu. Mantan pemain AC Milan, Juventus, dan Italia itu juga masih aktif melatih United FC di Liga Pro Uni Emirat Arab.

Kerja sama tersebut menarik perhatian besar setelah Pirlo datang ke acara Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow. Marco Materazzi hadir bersamanya dalam kegiatan promosi itu.

Kritik terhadap acara tersebut muncul karena kegiatan berlangsung ketika serangan udara Rusia ke Ukraina masih terjadi. Pirlo menegaskan bahwa kehadirannya tidak mempunyai muatan politik.

Reuters, sebagaimana dikutip Beritasatu.com, melaporkan FIGC belum memberikan komentar resmi mengenai isu itu. Sumber yang mengetahui pembahasan menyebut penilaian terhadap hubungan Pirlo dengan Rusia masih berjalan.

Bursa Pelatih Masih Terbuka

Posisi pelatih Italia kembali menjadi bahan pembicaraan setelah Pep Guardiola dilaporkan menolak tawaran menangani tim nasional. Penolakan pelatih Manchester City itu membuat FIGC perlu melanjutkan pencarian kandidat lain.

Pirlo menjadi salah satu nama yang mengemuka, tetapi pencalonannya kini tidak bisa dipisahkan dari kontroversi Fonbet. Faktor tersebut dapat memengaruhi cara federasi menimbang kelayakannya di luar prestasi dan pengalaman kepelatihan.

Belum ada kepastian apakah FIGC akan mengikuti dukungan internal terhadap Pirlo atau lebih berhati-hati menghadapi tekanan politik. Keputusan akhir federasi akan menentukan apakah kontrak komersial itu menjadi penghalang bagi peluang Pirlo memimpin Italia.

Baca Juga