Enam Laga di Monaco dan Cedera Baru, Keluarga Pogba Menolak Tekanan Pensiun

Paul Pogba baru mencatatkan enam penampilan sejak bergabung dengan AS Monaco pada 2025. Ketika cedera otot kembali mengganggunya saat pramusim, tekanan agar ia pensiun pun kembali menguat.

Keluarga Pogba menolak dorongan tersebut. Zulay Pogba menegaskan keputusan tentang kapan suaminya berhenti bermain bukan urusan publik.

Kesempatan di Monaco Belum Berjalan Lancar

Pogba datang ke Monaco untuk membangun kembali kariernya setelah periode sulit. Akan tetapi, cedera betis dan masalah otot membuat mantan pemain Manchester United itu belum memperoleh kesinambungan menit bermain.

Cedera terbaru menjadi hambatan tambahan bagi pemain berusia 33 tahun tersebut. Kondisi itu juga memperbesar keraguan sejumlah pendukung mengenai peluang Pogba untuk kembali ke performa terbaiknya.

Di tengah masalah kebugaran itu, muncul kabar bahwa AS Monaco menawarkan opsi pemutusan kontrak. Padahal, masa kerja Pogba bersama klub masih berlaku sampai musim panas 2027.

Belum ada keterangan dari Monaco mengenai kabar tersebut atau masa depan Pogba di klub. Situasi ini membuat perhatian terhadap proses pemulihan sang gelandang semakin besar.

Jawaban Tegas dari Zulay Pogba

Zulay menyatakan bahwa hanya Pogba dan keluarga yang dapat mengambil keputusan terkait masa depan kariernya. “Hanya Allah yang tahu kapan dia akan pensiun,” kata Zulay Pogba saat merespons komentar yang menyerukan pensiun.

Ia juga menolak dugaan bahwa Pogba kembali bermain demi mendapatkan uang. Menurut Zulay, kondisi keuangan keluarganya baik sehingga publik tidak seharusnya menilai motivasi sang pemain secara sempit.

Pernyataan Zulay memperlihatkan bahwa keluarga belum menganggap pensiun sebagai jawaban atas masalah cedera yang dialami Pogba. Mereka memandang tekanan dari luar tidak seharusnya menjadi penentu keputusan pribadi maupun profesionalnya.

Sorotan Besar Setelah Masa Sanksi

Perhatian terhadap kondisi Pogba tidak terlepas dari kariernya yang sempat terhenti akibat sanksi larangan bertanding setelah gagal dalam tes doping. Sejak itu, setiap kabar mengenai kesiapan fisiknya menjadi bahan pembicaraan yang luas.

Menurut Detik Sport, kritik di media sosial semakin ramai setelah gangguan kebugaran Pogba kembali muncul. Sebagian pengguna mempertanyakan alasan mantan gelandang Juventus tersebut tetap berusaha melanjutkan kariernya.

Zulay menilai ruang media sosial sering memungkinkan orang melontarkan hinaan tanpa memahami dampaknya terhadap pihak yang menjadi sasaran. “Media sosial menerima segalanya,” ujarnya saat menyoroti mudahnya orang mengomentari niat pribadi atlet dari balik layar.

Prestasi Internasional Tetap Diingat

Zulay mengingatkan bahwa Pogba merupakan bagian dari tim Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018. Gelar itu disebutnya sebagai pencapaian yang menjadi impian setiap pesepak bola.

Prestasi internasional tersebut tidak menghilangkan tantangan Pogba untuk pulih dan bersaing kembali di level klub. Namun, keluarga Pogba tetap menegaskan bahwa masa pensiun sang pemain tidak akan diputuskan berdasarkan tekanan publik.

Baca Juga