Emas Putra Tri Ramadani pada nomor lead putra membuka jalur tambahan bagi Indonesia untuk mengejar hasil besar di Asian Games 2026. Prestasi pada seri dunia di Praha, Republik Ceko, pada Juni lalu membuat kekuatan Merah Putih tidak lagi hanya dilihat dari nomor speed.
Federasi Panjat Tebing Indonesia tetap memasang target dua medali emas pada Asian Games 2026. Manajer tim Aries Susanti menyebut speed dan lead sebagai dua nomor yang menjadi tumpuan utama.
“Target kami tetap dua medali emas, dari nomor speed dan lead. Kami juga masih memiliki peluang dari nomor lain,” ujar Aries. Target tersebut didukung hasil sejumlah atlet Indonesia di seri dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Catatan medali itu memperlihatkan kontribusi datang dari nomor putra maupun putri. Berikut hasil penting yang menjadi modal tim Indonesia.
| Lokasi seri dunia | Atlet | Nomor | Hasil |
|---|---|---|---|
| Praha | Putra Tri Ramadani | Lead putra | Emas |
| Chamonix | Veddriq Leonardo | Speed putra | Emas |
| Chamonix | Desak Made Rita Kusuma Dewi | Speed putri | Emas |
| Chamonix | Antasyafi Robby Al Hilmi | Speed putra | Perak |
Keberhasilan Putra di Praha menjadi catatan bersejarah pada lead putra. Raihan itu menambah opsi Indonesia saat menghadapi persaingan Asian Games yang tidak hanya bergantung pada keunggulan tradisional di speed.
Di nomor speed, Indonesia tetap membawa catatan kuat melalui Veddriq Leonardo. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu memenangi speed putra pada seri dunia Chamonix pada 12 Juli lalu.
Desak Made Rita Kusuma Dewi juga meraih emas speed putri di Chamonix. Antasyafi Robby Al Hilmi turut memperkuat hasil kontingen dengan membawa pulang perak speed putra.
Kedalaman skuad menjadi modal
Kekuatan tim Indonesia juga tercermin dari hasil seri Krakow. Pada ajang itu, Indonesia memperoleh emas, perak, dan perunggu dari beberapa nomor yang dipertandingkan.
Antasyafi dan Desak meraih perak pada estafet campuran. Desak kemudian berpasangan dengan Rajiah Sallsabillah dan merebut perunggu pada estafet putri.
Raharjati Nursamsa menambah perunggu pada speed putra. Persebaran hasil itu menunjukkan perolehan medali Indonesia tidak hanya mengandalkan satu pemanjat.
Modal tersebut akan diuji oleh persaingan yang semakin ketat di kawasan Asia. China, Kazakhstan, Iran, Jepang, dan Thailand disebut terus menunjukkan perkembangan menjelang Asian Games 2026.
Veddriq menilai Indonesia masih memiliki kemampuan yang cukup merata untuk menjaga peluang podium. Namun, ia menegaskan kondisi mental ketika bertanding dapat menjadi pembeda terbesar.
“Indonesia masih berada di zona podium. Tinggal bagaimana kesiapan mental saat hari pertandingan. Secara kemampuan kami cukup merata, sekarang tinggal membuktikannya di arena,” ujar Veddriq dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Tantangan dimulai dari kualifikasi
Jalan menuju persaingan utama akan menuntut ketelitian sejak babak awal. Seluruh atlet harus melalui kualifikasi, sehingga konsistensi menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap pemanjat.
Format itu membuat hasil baik pada seri dunia hanya dapat menjadi bekal, bukan jaminan. Atlet Indonesia perlu melewati setiap tahap dengan lancar sebelum berpeluang memperebutkan podium.
Perpaduan prestasi speed dan keberhasilan di lead memberi dasar optimisme yang lebih luas bagi tim. Tantangan berikutnya adalah menjaga stabilitas penampilan saat menghadapi rival Asia yang juga terus berkembang.






