Edson Barboza meninggalkan UFC tanpa pernah mengangkat gelar juara, tetapi warisannya sebagai striker tetap kuat. Petarung Brasil itu dikenal melalui serangan kaki berbahaya dan knockout tendangan berputar yang menjadi salah satu momen ikonik di oktagon.
Karier panjang tersebut berakhir setelah Barboza kalah dari Esteban Ribovics pada UFC 330 di Philadelphia, Sabtu malam. Seusai pertandingan, ia meletakkan sarung tangan di tengah oktagon dan berlutut sambil menangis.
Tendangan kaki merupakan salah satu senjata utama Barboza selama bertahun-tahun berkompetisi. Gaya menyerangnya yang agresif menjadikan banyak pertandingannya mudah diingat oleh penggemar UFC.
Penampilan paling terkenal Barboza terjadi pada UFC 142 pada Januari 2012. Ia menorehkan knockout melalui tendangan berputar, sebuah penyelesaian dramatis yang masih dikenang dalam sejarah olahraga ini.
Petarung Berbahaya bagi Lawan Elite
Keunggulan striking membuat Barboza berulang kali menjadi ancaman bagi petarung papan atas. Ia juga membuktikan daya saingnya melalui kemenangan atas King Green, Beneil Dariush, Anthony Pettis, Gilbert Melendez, Dan Hooker, dan Shane Burgos.
Deretan hasil itu memperlihatkan kemampuan Barboza bertahan di tengah kompetisi UFC yang ketat. Reputasinya dibangun bukan semata karena jumlah kemenangan, tetapi juga karena pola bertarung yang terus mencari serangan menentukan.
| Catatan | Hasil | Rincian |
|---|---|---|
| Rekor profesional | 24 menang, 15 kalah | Seluruh karier MMA |
| Rekor di UFC | 18 menang, 15 kalah | Debut November 2010 |
| Laga terakhir | Kalah dari Esteban Ribovics | UFC 330, ronde kedua |
Penutup Emosional di Philadelphia
Laga terakhir Barboza berakhir pada ronde kedua ketika wasit menghentikan pertandingan. Penghentian dilakukan setelah ia menerima pukulan bertubi-tubi dari Ribovics.
Emosi Barboza telah terlihat ketika ia berjalan menuju arena sebelum laga dimulai. Setelah pertarungan, sarung tangan yang ditinggalkannya di tengah oktagon menjadi tanda jelas bahwa ia telah memilih pensiun.
Dalam wawancara bersama komentator UFC Joe Rogan, Barboza mengonfirmasi keputusan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada penggemar yang telah mendukung perjalanan kariernya.
“Saya memberikan yang terbaik setiap hari, setiap pertarungan, saya berjanji memberikan yang terbaik. Saya sangat berterima kasih. Saya harap kalian menikmatinya,” ujar Barboza sambil menahan tangis, seperti dikutip Heavy.com.
16 Tahun Bertahan di UFC
Barboza memulai kiprahnya di UFC pada November 2010 dan mengakhiri perjalanan itu pada usia 39 tahun. Selama berada di organisasi tersebut, ia mengumpulkan 18 kemenangan dan 15 kekalahan.
Secara profesional, Barboza menutup karier dengan 24 kemenangan dan 15 kekalahan. Angka itu mencerminkan perjalanan panjang seorang petarung yang tetap dikenang karena kemampuan menyerang dan keberaniannya menghadapi persaingan berat.
Kekalahan dari Ribovics menjadi laga pamungkas, sementara tendangan-tendangannya akan tetap menjadi bagian penting dari ingatan penggemar. Perpisahan di Philadelphia menutup satu era bagi petarung yang menjadikan striking sebagai ciri paling menonjol dalam kariernya.






