Dominasi Paris Saint-Germain tidak cukup untuk membawa pulang Trophée des Champions. PSG kalah 0-1 dari RC Lens setelah Florian Thauvin mencetak gol tunggal dalam pertandingan di Stadion Bollaert-Delelis.
Hasil itu semakin mengejutkan karena Lens bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Meski memiliki keunggulan jumlah pemain dan lebih banyak mengontrol laga, PSG gagal mengubah tekanan menjadi gol.
Thauvin memanfaatkan situasi yang berawal dari tembakan pemain Lens yang tidak mengarah sempurna. Bola tersebut justru menjadi umpan matang, lalu diselesaikan Thauvin untuk menciptakan gol penentu kemenangan.
Lens tidak membutuhkan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Ketahanan mereka dalam menghadapi tekanan PSG menjadi faktor penting, terlebih dengan atmosfer kandang yang memberi dorongan besar bagi tuan rumah.
Enrique Menilai PSG Pantas Lebih
Luis Enrique menilai timnya memiliki banyak unsur positif, walau hasil akhir tidak sesuai harapan. Ia menyoroti kualitas ritme dan intensitas permainan PSG, terutama pada paruh pertama pertandingan.
Menurut Enrique, masalah utama berada pada tahap akhir serangan. Ousmane Dembele dan Nuno Mendes memperoleh peluang, tetapi PSG tidak mampu menuntaskan kesempatan itu menjadi gol.
“Finishing aksi di lini serang. Bagi saya, ritme dan situasi permainan sangat positif, saya sangat senang dengan apa yang saya lihat sepanjang laga dan khususnya di babak pertama,” kata Enrique.
Pelatih PSG itu menilai timnya tidak mendapatkan keberuntungan yang dibutuhkan untuk membalikkan keadaan. Ia juga menyebut Lens menghasilkan peluang paling sedikit saat melawan PSG dibandingkan beberapa pertemuan terakhir kedua klub.
Namun, Enrique tidak menjadikan dominasi PSG sebagai alasan untuk mengabaikan keberhasilan lawan. Ia memberikan pujian kepada Lens yang disebutnya tetap bermain baik dengan intensitas seperti biasanya.
“Saya senang, bukan dengan hasilnya, tapi kami pantas mendapatkan lebih. Tapi saya harus mengucapkan selamat kepada Lens, mereka menang, mereka bermain bagus dengan intensitas biasa mereka,” ujarnya.
Awal Musim yang Menuntut Perbaikan
PSG baru menjalani dua pertandingan resmi pada musim ini. Enrique menilai skuadnya masih membutuhkan penyesuaian fisik, teknis, dan taktis untuk menghadapi jadwal yang dapat berlangsung setiap tiga hari.
Kekalahan ini juga menjadi pengingat bahwa perebutan trofi menuntut konsistensi, bukan semata penguasaan permainan. Enrique menekankan pentingnya pemain memahami betapa sulitnya memenangi pertandingan dan gelar.
Ia melihat reaksi para pemain setelah laga sebagai tanda bahwa mereka memahami arti hasil tersebut. PSG perlu menjadikan kekalahan dari Lens sebagai bahan untuk berkembang tanpa meninggalkan mentalitas permainan yang telah dibangun.
Enrique turut menepis pandangan bahwa Ligue 1 dapat ditaklukkan dengan mudah. Ia menilai kompetisi tersebut makin ketat karena banyak tim berkembang dan mampu menghambat langkah kandidat juara.
Monaco, OM, Lyon, Lille, dan Lens masuk dalam daftar tim yang ia waspadai. Performa Lens pada musim lalu menjadi salah satu alasan Enrique menganggap mereka lawan yang sulit.
“Ini adalah liga yang sulit, dengan tim-tim yang berkembang. Anda harus tampil maksimal untuk memenangkan liga ini,” kata Enrique.
Enrique juga belum bersedia menerangkan ketidakhadiran Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye. Ia menyatakan pembahasan mengenai seluruh isu transfer baru akan dilakukan setelah bursa pemain berakhir.






