Djed Spence meninggalkan Tottenham Hotspur setelah menjalani musim 2025-2026 dengan 44 penampilan di semua kompetisi. Bek sayap berusia 26 tahun itu memilih bergabung dengan Inter Milan melalui kontrak lima tahun hingga 2031.
Inter membayar 30 juta euro untuk mendatangkan pemain timnas Inggris tersebut. Nilai transfer itu disebut setara Rp619,9 miliar dan menjadi penegasan ambisi Inter memperkuat sektor bek sayap.
Langkah Spence terjadi pada saat persaingan di Tottenham berubah cukup signifikan. Pedro Porro telah memperpanjang kontraknya, sedangkan Andy Robertson bergabung dari Liverpool untuk menambah opsi lini pertahanan.
Kondisi itu membuat Spence menghadapi jalur yang lebih sulit untuk mempertahankan perannya. Padahal, ia masih menjadi pemain yang digunakan secara rutin oleh Tottenham sepanjang musim sebelumnya.
Transfer yang Membuka Babak Baru
Inter menawarkan jalur baru bagi Spence setelah persaingan di klub London utara semakin padat. Pemain tersebut akan bermain di Giuseppe Meazza dengan bekal pengalaman dari Inggris, Italia, dan panggung internasional.
Ia pernah menjalani peminjaman di Genoa selama enam bulan pada 2024. Masa itu membuat Spence telah memiliki pengalaman awal dengan sepak bola Italia sebelum kembali ke Serie A bersama Inter.
| Catatan | Rincian | Nilai atau Durasi |
|---|---|---|
| Transfer ke Tottenham | Dari Middlesbrough pada 2022 | 12,5 juta poundsterling |
| Penampilan bersama Tottenham | Seluruh kompetisi | 85 pertandingan |
| Transfer ke Inter | Dari Tottenham | 30 juta euro hingga 2031 |
Spence direkrut Tottenham dari Middlesbrough pada 2022 dengan nilai 12,5 juta poundsterling. Dalam total 85 penampilannya, ia turut menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Liga Europa 2024-2025.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa ia meninggalkan Tottenham dengan pengalaman yang lebih lengkap dibanding saat pertama datang. Inter kini memperoleh pemain yang sudah tampil di kompetisi klub dan internasional dengan tuntutan tinggi.
Catatan Penting Bersama Inggris
Spence juga membawa modal dari Piala Dunia 2026 bersama timnas Inggris. Ia bermain penuh dalam delapan laga dan membantu tim asuhan Thomas Tuchel meraih posisi ketiga.
Performa itu memperkuat nilai Spence menjelang perpindahannya ke Inter. Keputusannya pindah pun tidak dapat dipandang hanya sebagai akibat dari minimnya kesempatan bermain di Tottenham.
Roberto de Zerbi sempat menginginkan Spence bertahan. “Saya ingin meyakinkan Spence untuk tetap berada di klub,” ujar manajer Tottenham itu pada Juli lalu.
Meski demikian, tawaran Inter memberi kepastian kontrak jangka panjang bagi pemain tersebut. Kesempatan itu datang saat Tottenham memiliki persaingan yang lebih ramai di posisi yang dapat ditempati Spence.
Menjelang pengumuman transfer, Spence menyampaikan salam perpisahan kepada pendukung Tottenham melalui media sosial pribadinya. BBC Sport mengutip pesannya yang menggambarkan masa bersama Spurs sebagai perjalanan dengan banyak kenangan.
“Sebuah bab istimewa telah berakhir. Ini adalah perjalanan yang luar biasa, dengan banyak kenangan, momen, dan pengalaman yang akan selalu kubawa, terutama malam itu di Bilbao,” kata Spence.
Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada staf, rekan setim, serta penggemar Tottenham. “Saatnya untuk babak baru sekarang, tetapi Spurs akan selalu memiliki tempat di hati saya,” lanjutnya.
Menurut bola.kompas.com, Spence menjadi pemain Inggris kedua yang diboyong Inter pada bursa transfer musim panas ini. Klub tersebut sebelumnya telah mendatangkan John Stones setelah kontraknya dengan Manchester City berakhir.
Inter mendapatkan tambahan tenaga yang memahami peran bek sayap dan pernah beradaptasi di Serie A. Bagi Spence, kepindahan ini menjadi peluang untuk membuktikan kualitasnya dalam lingkungan baru dengan ikatan kontrak hingga 2031.






