Debut Lawan Arsenal Menanti, Maresca Hadapi Warisan Besar Guardiola di City

Enzo Maresca akan memulai era barunya di Manchester City lewat Community Shield melawan Arsenal pada Minggu (16/8/2026). Pertandingan itu menjadi ujian awal bagi pelatih Italia yang menggantikan Pep Guardiola di kursi manajer.

Tugas tersebut datang dengan konsekuensi besar karena Guardiola meninggalkan standar tinggi di Etihad Stadium. Maresca pun diperkirakan akan menghadapi perbandingan sejak rangkaian pertandingan awal musim.

Meski demikian, Maresca tidak melihat perbandingan itu sebagai tekanan. Ia menyatakan raihan poin dalam 10 laga pertama tidak akan mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan di City.

“Setelah 10 pertandingan, entah kami mengumpulkan 10, 20, atau 30 poin, orang-orang pasti akan membandingkan pencapaian saya dengan Pep pada tahap yang sama; hal itu tidak memberikan tekanan bagi saya,” kata Maresca kepada ESPN. Ia menerima bahwa nama Guardiola akan tetap menjadi ukuran yang digunakan banyak pihak.

Peran Kapten dalam Rencana Maresca

Salah satu perhatian Maresca menjelang musim baru adalah penentuan kapten utama. Ia menilai kapten memiliki fungsi penting untuk membantu tim menyesuaikan taktik saat pertandingan sedang berlangsung.

Di Leicester City dan Chelsea, Maresca pernah menerapkan aturan khusus setelah tim mencetak gol. Kapten harus menghampiri bangku cadangan untuk menerima instruksi yang diperlukan.

Aturan itu membuat peluang Erling Haaland menjadi kapten memiliki sisi praktis yang menarik. Maresca berseloroh bahwa keadaan akan menjadi rumit apabila kapten adalah pencetak gol yang juga perlu melakukan selebrasi.

Manchester City disebut memiliki tiga atau empat calon kapten. Sementara itu, situasi Rodri yang dirumorkan pindah masih akan dipantau perkembangannya sebelum keputusan dibuat.

Maresca juga menekankan pentingnya karakter dalam proses membangun skuad. Pandangan tersebut ia sampaikan saat membahas Elliot Anderson, pemain yang didatangkan dari Nottingham Forest.

Dalam wawancara dengan City Studios di Seoul, Maresca menyebut kualitas sepak bola tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan. Ia menilai Anderson mempunyai karakter rendah hati, santun, dan menyenangkan untuk diajak bekerja sama.

Visi Bersama di Dalam Klub

Kepercayaan diri Maresca muncul pula dari kesamaan pandangan dengan pimpinan Manchester City. Ia menyebut Khaldoon, Hugo, dan Ferran sejalan dalam tuntutan untuk menang sekaligus meningkatkan klub setiap musim.

Menurut Maresca, City harus terus memenangkan pertandingan dan gelar. Namun, target hasil itu harus berjalan bersamaan dengan upaya membuat klub berkembang secara berkelanjutan.

“Sangat penting ketika semua orang memiliki pemikiran yang sama,” ujar Maresca. Ia merasa yakin sejak hari pertama karena mengenal orang-orang di dalam organisasi dan memahami keseriusan mereka.

Sebelum mengambil tugas baru, Maresca sempat bertemu Guardiola di Barcelona. Pertemuan tersebut telah direncanakan jauh sebelum musim di Manchester selesai.

Keduanya menghabiskan beberapa jam bersama dalam liburan musim panas. Maresca mengatakan ia senang meninjau langsung suatu tempat ketika suasana sepi agar dapat menangkap kondisi secara lebih menyeluruh.

Guardiola sudah lama bekerja di Manchester City dan tentu memiliki pandangan sendiri tentang klub itu. Namun, Maresca merasa tetap penting untuk membangun pemahamannya sendiri sebelum memulai proyek baru.

Meneruskan Pengaruh Guardiola

Maresca menilai Guardiola sebagai manajer terbaik di dunia dalam 15 hingga 20 tahun terakhir. Ia melihat jejak pelatih tersebut selalu memengaruhi cara banyak tim memandang permainan.

Di Spanyol, banyak klub ingin bermain seperti Barcelona ketika Guardiola memulai perjalanannya. Pola yang sama kemudian terlihat pada Bayern Muenchen di Jerman dan Manchester City di Inggris.

Karena itu, Maresca memahami bahwa meneruskan tongkat estafet dari Guardiola dapat dianggap sebagai tugas yang nyaris mustahil. Namun, ia memilih menempatkan jabatan tersebut sebagai kehormatan untuk memimpin klub dengan tuntutan gelar yang tinggi.

“Ada yang bertanya kepada saya apakah menggantikannya merupakan tugas yang mustahil—mungkin saja, tetapi di saat yang sama, itu adalah sebuah kehormatan,” kata Maresca. Debut melawan Arsenal akan menjadi langkah pertama dalam upayanya menjawab tantangan tersebut.

Baca Juga