Penampilan berhijab Dea Annisa setelah menikah dengan Mazaki Ahmad berawal dari keinginan yang telah lama tersimpan. Dea mengatakan ia sudah memikirkan pilihan tersebut bahkan sebelum pernikahan berlangsung.
Ia tidak menyebut keputusan itu sebagai perubahan yang datang tiba-tiba setelah akad. Dea sejak lama membayangkan dirinya memakai hijab ketika memasuki kehidupan pernikahan.
“Pengen aja sih sebenernya nggak ada alasan kenapanya. Jadi sebelum aku menikah bahkan udah lama banget sih, aku emang mikir nanti kalau misalnya menikah pengennya pakai hijab gitu,” kata Dea.
Dea menyampaikan hal itu saat ditemui di Studio FYP Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Agustus. Ia menempatkan hijab sebagai bagian dari proses belajar dalam menjalani peran barunya sebagai istri.
Menjaga Diri dalam Fase Baru
Setelah memiliki suami, Dea memandang dirinya perlu lebih menjaga diri. Pandangan tersebut menjadi pertimbangan yang semakin menguatkan langkahnya untuk menutup aurat.
“Karena sudah punya suami, jadi harus lebih menjaga diri sih,” ujar Dea. Pilihan itu, menurut penjelasannya, berangkat dari kesadaran pribadi dan bukan sekadar penyesuaian penampilan setelah menikah.
Dea resmi dipersunting Mazaki pada Minggu, 9 Agustus 2026. Usai memasuki fase sebagai istri, ia memantapkan keinginan yang telah lama dipikirkannya tersebut.
Respons Mazaki memperkuat gambaran bahwa keputusan berhijab itu tidak dibangun atas paksaan. Ia mengaku tidak pernah meminta Dea mengenakan hijab.
Mazaki Mengaku Bangga
Mazaki menilai Dea semakin cantik setelah memakai hijab. Ia juga menyebut keputusan itu sebagai hal yang membanggakan bagi dirinya.
Menurut Mazaki, pernikahan membuatnya memegang tanggung jawab terhadap Dea sejak ijab kabul. Namun, ia menegaskan tanggung jawab tersebut tidak berarti dirinya mengarahkan keputusan pribadi sang istri.
“Maksudnya dari aku tuh nggak ada meminta sama sekali ke dia. Keputusan dia pribadi, tapi mantap doang kan,” ujar Mazaki kepada hot.detik.com.
Ia menambahkan bahwa pilihan Dea tidak membebaninya dalam rumah tangga. Mazaki memandang keputusan itu sebagai bentuk bakti Dea kepada suami, sambil tetap menegaskan bahwa inisiatifnya datang dari Dea sendiri.
“Dan ini kan salah satu bentuk dia bakti ke suami kan. Jadi ya sangat tidak membebani aku kan,” kata Mazaki. Dukungan tersebut mengiringi proses personal Dea dalam menjalankan pilihannya setelah menikah.
Keputusan Dea berhijab akhirnya menjadi bagian dari perjalanan pribadinya sebagai istri. Sikap Mazaki yang memberi pujian tanpa memaksakan kehendak menegaskan posisi pilihan tersebut sebagai keputusan mandiri Dea.






