Saat Wajah Makhachev Sudah Babak Belur, Dana White Nilai Garry Terlalu Menahan Diri

Dana White menilai Ian Garry terlalu menahan diri ketika Islam Makhachev sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan dalam pertarungan UFC 330. Presiden UFC itu melihat ronde kelima sebagai kesempatan besar yang tidak dimanfaatkan penantang untuk mencari kemenangan dramatis.

Menurut White, Garry memiliki dasar untuk meningkatkan serangan karena mampu mengenai tubuh sisi kanan Makhachev dan menghadapi upaya takedown lawannya. Namun, ia menilai Garry tidak memperlihatkan dorongan kuat untuk mengakhiri pertarungan sebelum bel penutup berbunyi.

“Ian adalah petarung berbakat, tapi seandainya saja dia punya sedikit saja naluri untuk menghabisi lawan di ronde kelima itu,” kata White selepas pertandingan. Pernyataan tersebut dikutip sport.detik.com setelah duel utama perebutan gelar kelas welter selesai.

Serangan Besar yang Tidak Muncul

White membayangkan skenario yang lebih agresif dari Garry pada awal ronde terakhir. Ia menyebut serangan lutut terbang atau aksi nekat lain bisa menjadi pilihan untuk mencoba mengakhiri pertarungan.

“Anda seharusnya keluar di ronde kelima itu dengan serangan lutut terbang atau sesuatu yang gila, lalu mencoba mengakhiri pertarungan,” ujar White. Ia menganggap risiko seperti itu pantas diambil ketika seorang petarung sedang berusaha mengubah jalannya laga perebutan sabuk.

Penilaian White tidak berarti Garry tidak memberi perlawanan sepanjang duel. Perbedaan kartu juri memperlihatkan bahwa salah satu penilai melihat pertarungan lebih ketat dibanding dua juri lainnya.

Kartu SkorNilai untuk Islam Makhachev
Juri 149-46
Juri 249-46
Juri 348-47

Islam Makhachev tetap keluar sebagai pemenang melalui keputusan mutlak. Dua juri memberikan angka 49-46, sedangkan satu juri lain menilai laga itu 48-47 untuk pemegang gelar.

Respek yang Dianggap Berlebihan

Selain masalah agresivitas, White juga tidak menyukai interaksi Garry dan Makhachev di antara ronde. Ia menilai kebiasaan bertos dan berpelukan terlalu berlebihan dalam pertarungan dengan taruhan setinggi perebutan gelar.

“Anda tidak seharusnya berpelukan dan bersalaman terus. Hal semacam itu benar-benar membuat saya kesal setengah mati saat ada begitu banyak hal yang dipertaruhkan,” kata White. Ia menekankan bahwa permainan mental memiliki peran dalam olahraga tarung, terutama saat seorang petarung membutuhkan momentum.

Bagi White, rasa hormat tidak perlu dihilangkan, tetapi tidak boleh mengurangi ketegasan untuk menekan lawan. Garry dinilai perlu memperlihatkan sikap yang lebih mendesak ketika memasuki ronde terakhir dalam kondisi hasil belum berpihak kepadanya.

Makhachev Pertahankan Sabuk

Pertarungan tersebut digelar di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, pada Minggu pagi WIB. Makhachev tampil sebagai juara welterweight, sementara Garry memasuki arena sebagai penantang dalam laga lima ronde.

Kemenangan angka mutlak itu membuat Makhachev tetap mempertahankan gelarnya. White pun tetap memberi pujian kepada sang juara dan menilainya layak diperhitungkan dalam perdebatan tentang petarung terbaik sepanjang masa.

Meski Makhachev dinilai telah melakukan semua yang diperlukan untuk menang, White melihat kisah laga itu tidak berhenti pada kartu skor. Ronde kelima Garry menjadi bagian yang paling disorot karena White percaya pendekatan lebih brutal dapat membuka kemungkinan hasil yang berbeda.

Baca Juga