Penonton Ciccio Manassero terus berganti seiring perjalanan kariernya yang dimulai sejak usia muda. Perubahan itu membuat aktor tersebut dikenal melalui pintu yang berbeda, dari masa sebagai penyanyi cilik hingga karya-karya yang lebih baru.
Penonton dari generasinya atau yang lebih tua kemungkinan masih mengingat Ciccio sebagai penyanyi cilik. Sementara penonton yang kini berusia sekitar 20 tahun dapat mengenalnya lewat sinetron GGS maupun proyek lain setelah periode tersebut.
Kelompok penonton yang lebih muda juga memiliki kemungkinan mengenal Ciccio Manassero dari karya yang berbeda. Menurut Ciccio, kondisi itu memperlihatkan bahwa basis penggemarnya terus berevolusi, bukan bertahan pada kelompok yang sama.
“Selalu apa ya, selalu berevolusilah penontonnya gitu, nggak yang sama terus gitu. Mereka nggak bakal tahu aku penyanyi cilik atau apa gitu,” ujar Ciccio. Ia menilai generasi Z dan Alpha bisa saja tidak mengetahui awal perjalanannya di dunia hiburan.
Menjaga Kepercayaan di Tengah Perubahan
Di tengah perubahan selera penonton dan kemunculan banyak talenta baru, Ciccio masih memperoleh kesempatan membintangi berbagai proyek. Ia tidak menganggap keberlangsungan karier itu sebagai sesuatu yang dapat dijelaskan hanya melalui satu faktor.
Ciccio justru menaruh perhatian besar pada dukungan penonton dan orang-orang yang memberinya kesempatan berkarya. Baginya, apresiasi publik merupakan dasar penting bagi keberadaan seorang aktor.
“Kalau aku ditanya kenapa bisa bertahan di industri sampai 25 tahun mungkin kayak sekarang ya, nggak tahu juga kenapa aku masih dikasih kesempatan sama teman-teman, sama orang-orang yang nonton filmku apa segala macam masih bisa mengapresiasi,” katanya. Pernyataan itu disampaikan saat ia ditemui di kawasan Senayan pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ia juga menegaskan bahwa penonton memiliki posisi yang sangat berarti dalam perjalanan pekerjaannya. “Karena ya nggak ada mereka ya aku nggak ada, nggak ada Ciccio the actor gitu nggak ada,” lanjut Ciccio, seperti dikutip Liputan6.com.
Sikap Menjadi Prioritas
Bagi Ciccio, kemampuan akting perlu berjalan bersama cara bekerja yang baik. Ia berusaha menjadi lawan main yang membuat kru dan pemain lain merasa nyaman selama proses syuting berlangsung.
“Yang paling penting buat aku ya tetap selalu menjadi orang baik, selalu menjadi lawan main yang menyenangkan, yang bikin kru dan pemain-pemain syutingnya nyaman kerja bareng aku, dan juga selalu mencoba seprofesional mungkin,” ujarnya. Ia menyebut sikap baik dan profesionalisme sebagai prioritas utama saat bekerja.
Pendekatan tersebut digunakan Ciccio pada setiap proyek yang dijalaninya. Ia memandang hubungan kerja yang sehat sebagai bagian dari tanggung jawab di dalam proses produksi.
Tantangan Ada dalam Setiap Peran
Ciccio tidak sepakat jika peran dibagi secara tegas menjadi mudah atau sulit. Setiap proyek, menurutnya, memiliki persoalan dan tuntutan masing-masing yang tidak selalu sama.
“Setiap project itu tantangannya berbeda. Mau ini dibilang peran gampang atau peran susah itu menurutku tidak ada, semua project ada tantangannya sendiri,” kata Ciccio.
Pandangan itu mencerminkan caranya menjalani pekerjaan di industri hiburan yang terus bergerak. Tantangan tidak semata berasal dari karakter yang diperankan, melainkan juga dari kebutuhan untuk menjaga kualitas kerja dalam setiap produksi.
Dengan penonton yang terus berubah dan proyek yang memiliki tuntutan berbeda, Ciccio memilih mempertahankan sikap yang sama dalam bekerja. Ia menempatkan profesionalisme, kenyamanan rekan kerja, dan penghargaan kepada penonton sebagai bagian dari perjalanan kariernya.






