Emirates Menanti Cesc Fabregas yang Kini Memimpin Como Menuju Panggung Eropa

Cesc Fabregas akan memimpin Como ke Stadion Emirates dalam laga pramusim terakhir sebelum Community Shield. Kehadirannya menarik perhatian karena ia kembali ke markas Arsenal dengan status pelatih, bukan lagi gelandang dan kapten klub.

Como datang dengan perjalanan yang berubah cepat sejak Fabregas bergabung pada 2022. Klub Italia itu disebut telah bergerak dari divisi keempat hingga menembus kompetisi tertinggi Eropa.

Perubahan Cepat di Como

Fabregas pertama kali bergabung dengan Como sebagai pemain pada 1 Agustus 2022. Ia lalu melanjutkan kiprahnya di klub itu sebagai bagian dari jajaran kepelatihan.

Como memastikan promosi ke Serie A pada hari terakhir musim 2023-2024. Kepastian tersebut diperoleh setelah mereka bermain imbang 1-1 melawan Cosenza.

Pada masa promosi itu, Fabregas menjalankan tugas sebagai asisten pelatih Osian Roberts. Como ketika itu mendapat dukungan investasi dari Dennis Wise dan Thierry Henry.

Juli berikutnya, Fabregas mendapat kepercayaan sebagai pelatih kepala permanen. Peran itu membuat kepulangannya ke Emirates memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar reuni mantan pemain Arsenal.

Fabregas kini berusia 39 tahun dan membawa klub yang sedang melanjutkan langkah menuju Liga Champions. Situasi tersebut menciptakan kontras dengan masa ketika ia dikenal sebagai pemimpin Arsenal di lapangan.

Arsenal Melanjutkan Penataan Skuad

Laga pramusim melawan Como berlangsung di tengah perubahan yang dialami Arsenal. Christian Norgaard telah pindah ke Everton setelah membela The Gunners pada musim lalu.

Norgaard menuturkan bahwa ia merasa terhormat bisa berlatih dan bermain bersama para pemain Arsenal. Baginya, kualitas tim itu juga terlihat dari karakter para pemain saat berada di luar lapangan.

“TERIMA KASIH, ARSENAL. Merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya untuk mendapatkan kesempatan berlatih dan bermain bersama para pemain yang sangat berbakat seperti yang saya lakukan di Arsenal pada musim lalu,” ujar Norgaard. Ia juga menilai budaya menang di dalam tim membuat pengalamannya di klub tersebut berkesan.

Kepindahan Norgaard memberi konteks tambahan bagi persiapan Arsenal menjelang agenda kompetitif berikutnya. Pada saat yang sama, kedatangan Fabregas bersama Como menghadirkan cerita perubahan dari dua arah yang berbeda.

Webber Membela Perjalanan Tzolis

Stuart Webber, mantan Direktur Olahraga Norwich, turut berbicara mengenai Christos Tzolis yang kini bergabung dengan Arsenal. Ia menilai masa sulit Tzolis di Norwich tidak sepenuhnya menunjukkan kapasitas sebenarnya dari pemain tersebut.

Webber mencontohkan perjalanan Viktor Gyokeres yang sempat berada cukup lama di Brighton dan menjalani sejumlah masa peminjaman. “Gyokeres berada di Brighton lebih lama daripada Christos di Norwich dan dia memiliki banyak masa peminjaman. Itu tidak berjalan lancar, Gyokeres pergi dan kembali lebih kuat,” kata Webber.

Menurut Webber, Tzolis pernah ditangani Daniel Farke, Dean Smith, dan Dave Wagner. Ia menekankan bahwa ketiganya bukan pelatih buruk, namun Tzolis datang pada waktu yang tidak tepat bagi klub dan tim.

Webber menyebut semua pihak, termasuk Tzolis, merasa kecewa karena karier sang pemain di Norwich tidak berjalan sesuai harapan. Meski demikian, ia bangga melihat perkembangan Tzolis dan berharap pemain itu mampu membuktikan dirinya di Liga Premier.

Baca Juga