Pembelian hair dryer memberi Luna Maya cashback hampir Rp400 ribu. Transaksi itu menjadi salah satu contoh cara Luna memperoleh nilai tambahan dari barang yang memang dibutuhkan.
Ia juga pernah mendapat cashback hampir Rp40 ribu saat membeli tumbler. Dari kebiasaan tersebut, Luna mengaku telah mengumpulkan cashback dengan total hingga Rp1,6 juta.
| Barang | Cashback |
|---|---|
| Hair dryer | Hampir Rp400 ribu |
| Tumbler | Hampir Rp40 ribu |
Promo Bukan Alasan Menambah Belanja
Luna menegaskan bahwa cashback yang diperolehnya tidak berasal dari kebiasaan membeli lebih banyak demi promo. Ia memanfaatkan program tersebut untuk transaksi yang sejak awal sudah masuk dalam rencana pengeluaran.
Prinsip itu membuat cashback belanja berfungsi sebagai keuntungan tambahan, bukan pemicu perilaku konsumtif. Sebelum membayar, Luna terbiasa memeriksa apakah terdapat peluang promo dalam transaksi online yang akan dilakukan.
Ia menyebut Flip Deals sebagai salah satu teman hemat ketika berbelanja. “Aku seneng kumpulin cashback. Kalau belanja, aku maunya tetap dapat sesuatu balik. Pokoknya teman hemat aku itu dari Flip Deals,” ujar Luna.
Program cashback dapat ditemukan pada transaksi digital sebelum pengguna melanjutkan belanja di marketplace yang tersedia. Kehadirannya tidak selalu bergantung pada musim diskon, sehingga dapat diperiksa ketika kebutuhan pembelian muncul.
Pengeluaran Disesuaikan dengan Kebutuhan Pribadi
Luna mengungkapkan bahwa vitamin serta beragam kebutuhan anjing peliharaan cukup sering dibelinya. Daftar belanja tersebut berbeda dengan kebutuhan anggota Gank Mentri Ceria lainnya.
Ayu Dewi lebih tertarik pada makeup dan produk-produk unik. Edric Tjandra sesekali membeli perlengkapan yang mendukung aktivitas pembuatan konten.
Sementara itu, Iwet Ramadhan lebih banyak membeli produk perawatan diri untuk dipakai secara rutin. Variasi tersebut menunjukkan bahwa prioritas belanja bergantung pada kebutuhan masing-masing orang.
Pilihan Hemat dari Anggota Gank Mentri Ceria
Kisah Luna disampaikan dalam live podcast Gank Mentri Ceria bersama Flip bertajuk “Teman Hemat Tiap Hari”. Acara itu menghadirkan Luna, Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan di dalam truk yang berkeliling Jakarta pada 10 Agustus 2026.
Pembahasan mereka tidak hanya menyoroti promo, tetapi juga cara menentukan nilai guna sebuah barang. Setiap anggota memiliki pendekatan yang berbeda untuk menjaga pengeluaran tetap sesuai prioritas.
Menurut Suara.com, Edric mempertimbangkan waktu pembelian untuk mendapatkan penawaran harga yang lebih menarik. Ia menyebut strategi itu juga diterapkan ketika membeli tiket pesawat.
Iwet memilih barang klasik atau seasonless yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Barang dengan masa pakai lebih lama dinilainya lebih masuk akal dibanding terus mengikuti tren yang berganti.
Melaney Ricardo memilih mempertahankan barang selama kondisinya masih layak dan fungsinya tetap baik. Ia tidak merasa harus menggantinya hanya karena ada barang baru yang sedang tren.
“Bagiku, prinsip ‘modal sekecil-kecilnya, hasil sebesar-besarnya’ masih relevan sampai sekarang. Karena itu, aku cari barang fungsional, tapi kalau dipakai beberapa kali orang tidak terlalu mandang,” kata Melaney.
Kebiasaan Luna Maya mengumpulkan cashback memperlihatkan salah satu cara mengelola transaksi secara lebih cermat. Strategi itu dapat dipadukan dengan perbandingan harga, pemakaian barang yang lebih lama, serta pembelian berdasarkan kebutuhan nyata.






