Tendangan bebas dan sepak pojok menjadi dua senjata yang mengantar RCD Mallorca meraih kemenangan 2-0 atas Real Valladolid. Kedua gol pada babak kedua itu menutup laga pembuka LaLiga Hypermotion 2026/27 di Stadion Son Moix.
Pablo Torre mencetak gol pertama pada menit ke-62, sedangkan Antonio Raíllo menambah keunggulan sepuluh menit berselang. Mallorca menunjukkan efektivitas tinggi saat peluang dari permainan terbuka belum menghasilkan gol.
Detail Kecil Menjadi Pembeda
Gol pembuka berawal dari pergerakan Adrián Fuentes yang membuat pemain Valladolid melakukan pelanggaran. Torre kemudian menuntaskan peluang tersebut melalui eksekusi tendangan bebas.
Mallorca kembali menghukum lawannya dari situasi statis pada menit ke-72. Raíllo menyambut sepak pojok dengan sundulan untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.
| Gol | Pemain | Menit | Situasi |
|---|---|---|---|
| 1-0 | Pablo Torre | 62 | Tendangan bebas |
| 2-0 | Antonio Raíllo | 72 | Sundulan sepak pojok |
Raíllo bukan hanya memberi gol kedua, tetapi juga memimpin lini belakang Mallorca sepanjang pertandingan. Ia membantu tim meredam usaha Valladolid untuk mencari gol balasan.
Arnau Tenas turut berperan dalam kemenangan itu melalui beberapa penyelamatan penting. Penampilannya membuat Mallorca mengakhiri pertandingan tanpa kebobolan.
Dominasi yang Baru Berbuah Setelah Jeda
Mallorca tampil dominan sejak awal, tetapi Valladolid mampu menjaga skor tetap 0-0 selama sekitar satu jam. Serangan balik yang melibatkan Antoniu Roca dan Fuentes menjadi salah satu jalur tekanan bagi tim tuan rumah.
Pelatih Luis García menilai Mallorca menguasai ritme pertandingan sejak awal. “Kami menguasai tempo pertandingan sejak awal dan berhasil memanfaatkan peluang melalui bola mati,” kata García seusai pertandingan.
Mallorca bahkan sempat mencetak gol tambahan menjelang akhir laga melalui Adrián Liso. VAR tidak mengesahkan gol tersebut karena Liso berada dalam posisi offside.
Valladolid Masih Membentuk Skuad
Valladolid menjalani laga ini dengan pilihan skuad yang terbatas. Sejumlah pemain baru belum bisa didaftarkan karena batasan gaji, sehingga Fran Escribá memakai banyak pemain dari tim cadangan.
Kondisi itu tidak menghalangi Valladolid untuk memberi perlawanan pada fase awal pertandingan. Akan tetapi, mereka tidak mampu mempertahankan kedisiplinan yang sama setelah Mallorca unggul melalui bola mati.
Escribá menyatakan timnya masih berada dalam proses pembangunan. “Kami masih dalam proses membangun tim dan menghadapi keterbatasan pemain yang terdaftar. Namun, para pemain menunjukkan semangat juang yang tinggi,” ujar Escribá.
Kemenangan di Son Moix memberi Mallorca tiga poin pertama sekaligus gambaran kekuatan mereka dalam mengontrol pertandingan. Pemanfaatan bola mati menjadi aspek yang paling menonjol dari penampilan mereka pada laga ini.






