Diselamatkan B.M. Diah, Naskah Asli Proklamasi Kini Dijaga ANRI Lebih dari 30 Tahun

Naskah asli Proklamasi tulisan tangan Soekarno pernah tersimpan di tangan wartawan pejuang B.M. Diah sebelum akhirnya kembali ke pengelolaan negara. Kini, dokumen tersebut dijaga Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI selama lebih dari 30 tahun.

Perjalanan naskah itu menarik karena dokumen tersebut tidak langsung berada di ANRI setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan. B.M. Diah menyelamatkan dan menyimpan draft naskah tersebut sebelum menyerahkannya kepada pemerintah.

Penyerahan naskah asli dilakukan melalui Moerdiono, Menteri Sekretaris Negara periode 1988-1998. Peran ini menjadi tahap penting agar dokumen bersejarah tersebut dapat kembali berada dalam pengelolaan negara.

Pada 1992, Moerdiono meneruskan naskah tulisan tangan Soekarno kepada Kepala ANRI saat itu, Noerhadi Magetsari. Sejak saat itu, ANRI secara resmi menyimpan dan merawat naskah asli Proklamasi.

PihakPeran dalam perjalanan naskahWaktu
B.M. DiahMenyimpan dan menyerahkan draft naskahSebelum penyerahan kepada pemerintah
MoerdionoMeneruskan naskah kepada Kepala ANRIMenjabat 1988-1998
ANRIMenyimpan dan merawat naskah asliSejak 1992

Dokumen Otentik yang Berbeda dari Teks Populer

Publik lebih sering mengenal teks Proklamasi dalam bentuk ketikan Sayuti Melik. Naskah tersebut merupakan teks yang dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

Adapun naskah tulisan tangan Soekarno merupakan dokumen awal yang menyimpan jejak otentik proses lahirnya pernyataan kemerdekaan. Nilainya sangat penting karena menjadi bukti fisik dari salah satu peristiwa paling menentukan bagi Indonesia.

Dokumen itu menandai berakhirnya era penjajahan di tanah air. Karena itu, perlindungan terhadap naskah tidak diperlakukan sebagai penyimpanan arsip biasa.

ANRI menempatkan naskah tersebut di ruang penyimpanan khusus di Jakarta. Ruangan itu dirancang untuk menjaga kondisi kertas dan tinta serta dilengkapi sistem pengawasan penuh.

Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Antara, pemeliharaan rutin dilakukan dengan perangkat teknologi terkini. Konservasi ilmiah diterapkan untuk membantu mempertahankan kondisi dokumen yang telah berusia puluhan tahun.

Pengawasan untuk Menekan Risiko Kerusakan

Perawatan naskah tidak hanya memperhatikan bagian kertas atau tinta yang tampak. ANRI juga menganalisis potensi bahaya secara berkelanjutan guna memetakan dan mengendalikan risiko kerusakan.

Langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman pelapukan pada dokumen bersejarah. Perlindungan khusus membuat naskah itu tetap terawat sebagai arsip nasional yang sangat bernilai.

Selain disimpan, naskah tersebut juga berkaitan dengan program edukasi dan pameran sejarah yang digelar ANRI. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang dapat memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Mereka dapat melihat pentingnya penyelamatan arsip dalam menjaga ingatan kolektif mengenai perjalanan bangsa.

Perjalanan naskah dari simpanan B.M. Diah hingga berada di ruang khusus ANRI memperlihatkan peran banyak pihak dalam menjaga dokumen sejarah. Perawatan yang berkelanjutan memungkinkan jejak otentik Proklamasi tetap dapat dipelajari dan dihargai pada masa mendatang.

Baca Juga