Atlet kungfu dari 13 provinsi berkumpul di Tangerang untuk mendapatkan pengalaman kompetisi sebelum peluang baru terbuka di PON 2028. Sebanyak 700 peserta tampil dalam Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026.
Kejuaraan ini menjadi ruang pembinaan bagi atlet usia dini yang masih membangun kemampuan bertanding. Di saat yang sama, kungfu telah resmi masuk program pertandingan PON 2028 dengan dua medali emas pada nomor Wingchun.
Lintasan Pembinaan dari Sasana ke Arena Nasional
Peserta mewakili 43 klub dan sasana dari berbagai daerah. Pertemuan dalam satu arena memberi atlet kesempatan membandingkan kesiapan mereka dengan peserta dari wilayah lain.
Ketua Panitia Pelaksana Herman Wijaya mengatakan kejuaraan dapat dipakai sebagai tolok ukur pembinaan atlet muda. Ia menilai jam terbang pertandingan akan membantu peserta membangun motivasi untuk meraih capaian lebih tinggi.
“Kejurnas ini bisa menjadi tolak ukur dan jadi ajang pengalaman bertanding bagi atlet usia dini, sehingga termotivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi,” kata Herman Wijaya. Herman yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti berharap dari kompetisi ini lahir lebih banyak atlet potensial.
| Data Kejuaraan | Rincian |
|---|---|
| Tempat | Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten |
| Tanggal | 23-26 Juli 2026 |
| Jumlah peserta | 700 atlet |
| Perwakilan peserta | 13 provinsi, 43 klub dan sasana |
Dua Kompetisi dalam Empat Hari
Kejuaraan dibuka pada Kamis, 23 Juli 2026, di Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juli 2026.
Rangkaian pertandingan memuat Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia serta Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026. Penyelenggaraan dua agenda tersebut menambah kesempatan atlet untuk tampil dalam kompetisi nasional.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia, Ngatino, menyebut kejuaraan ini sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan berjenjang. Sasaran pembinaan itu adalah melahirkan atlet yang mampu mewakili Indonesia pada ajang tunggal maupun multiajang internasional.
Menurut Ngatino, kompetisi serupa idealnya dapat digelar setiap bulan. Jadwal yang rutin diharapkan membuat pelatih dan organisasi dapat mengevaluasi perkembangan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kejuaraan seperti ini kita harapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet usia dini, dan semoga dapat terus terselenggara setiap bulan, sehingga evaluasi terhadap pembinaan dapat terus kita lakukan,” jelas Ngatino. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan kompetisi bagi perkembangan atlet muda.
Pesan Sportivitas bagi Peserta
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi dukungan dan kerja PB WI dalam menyelenggarakan kompetisi usia dini. Ia menilai kegiatan itu merupakan bagian penting dari sistem pembinaan prestasi kungfu dan wushu Indonesia, sebagaimana dilaporkan sport.detik.com.
Marciano juga mengapresiasi komitmen PB WI di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Kejurnas Wushu Kungfu 2026 diharapkan memperkuat peningkatan mutu pembinaan prestasi wushu nasional.
Kepada para atlet, Marciano meminta peserta bertanding dengan semangat dan percaya diri tanpa meninggalkan sportivitas serta aturan pertandingan. Ia menekankan bahwa menang dan kalah merupakan bagian dari proses belajar bagi atlet masa depan Indonesia.
Di luar target prestasi, Alam Sutera Taolu Open 2026 diharapkan membangun persatuan dan persaudaraan antarinsan olahraga. Para peserta diminta terus berlatih serta meningkatkan kualitas sebagai persiapan memberi prestasi bagi bangsa dan negara.






