Perbedaan penjelasan mengenai rumah di Cilandak, Jakarta Selatan, mencakup bukan hanya biaya renovasi, tetapi juga pengisian fasilitas di dalamnya. Pihak Ruben Onsu menyebut adanya pembayaran untuk lift, AC, dan furnitur, sedangkan Sarwendah menyatakan ia ikut mengisi rumah sejak awal.
Nilai yang dibuka pihak Ruben mencakup Rp504 juta untuk lift, Rp400 juta untuk AC, serta Rp3 miliar untuk furnitur. Rincian tersebut disampaikan kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, yang mengatakan pihaknya memiliki bukti transfer.
Biaya Fasilitas Rumah
| Fasilitas atau Kebutuhan | Jumlah Dana | Keterangan |
|---|---|---|
| Lift | Rp504 juta | Disebut dibayar Ruben Onsu |
| AC | Rp400 juta | Rp200 juta, Rp100 juta, dan Rp100 juta |
| Furnitur | Rp3 miliar | Disebut dibayar dengan cicilan 12 kali |
| Renovasi | Rp10,1 miliar | Nilai pinjaman bank yang disebut pihak Ruben |
Minola mengatakan pembayaran lift senilai Rp504 juta dilakukan oleh Ruben Onsu. “Di rumah itu ada liftnya, yang bayar biaya liftnya itu senilai Rp 504 juta itu adalah Ruben,” katanya dalam keterangan yang dikutip detikcom.
Untuk AC, pihak Ruben merinci tiga transaksi dengan total Rp400 juta. Sementara pengadaan furnitur disebut bernilai Rp3 miliar dan dibayar melalui skema Rp250 juta dalam 12 kali cicilan.
Menurut Minola, pemaparan angka tersebut tidak dimaksudkan sebagai pamer pengeluaran. Ia menyatakan penjelasan itu diberikan untuk menjawab isu mengenai asal dana pengisian rumah mewah tersebut.
Aliran Dana Renovasi
Pihak Ruben menyebut sertifikat rumah kembali dijaminkan untuk memperoleh pinjaman bank sebesar Rp10,1 miliar. Dana itu disebut digunakan untuk membiayai kontraktor serta pekerjaan renovasi rumah.
Selain pinjaman tersebut, pihak Ruben menyatakan ada transfer rutin Rp250 juta ke rekening ayah Sarwendah sebanyak 46 kali. Mereka menyebut jumlah yang berkaitan dengan kontraktor mencapai Rp11,1 miliar.
Kontraktor renovasi itu disebut merupakan keluarga Sarwendah. Namun, Minola menyatakan pembayaran proyek tetap berasal dari Ruben Onsu.
Tanggapan dari Pihak Sarwendah
Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah menyatakan angka Rp11,1 miliar tidak tepat jika dipersepsikan hanya sebagai pembayaran jasa kontraktor. Menurut Chris, nominal itu juga meliputi material serta berbagai keperluan pembangunan rumah.
Ia mempertanyakan kembali dibukanya biaya pembangunan yang disebut telah disepakati. Chris menilai penyebutan angka Rp11 miliar semata sebagai ongkos kontraktor berpotensi menimbulkan pemahaman berbeda di publik.
Sarwendah sendiri pernah menjelaskan pandangannya dalam kanal YouTube Richard Lee pada Oktober 2024. Ia mengatakan rumah tersebut merupakan rumah untuk anak-anaknya.
Sarwendah mengakui terdapat biaya yang dibayarkan oleh ayah anak-anaknya. Namun, ia juga menegaskan memiliki penghasilan dan terlibat dalam pengisian rumah sejak awal, termasuk pengecatan serta kebutuhan interior.
Perbedaan keterangan ini berpusat pada dua hal yang saling berkaitan, yakni sumber pembayaran dan peran dalam pengisian rumah. Pihak Ruben menonjolkan bukti transaksi, sedangkan pihak Sarwendah menekankan cakupan biaya renovasi dan keterlibatannya dalam menyiapkan rumah.






