Di Tengah Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Bank Tegaskan Tak Kirim Penagih Fisik

Konflik hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali diiringi isu mengenai penagihan kredit. Namun, pihak bank disebut menegaskan bahwa tidak ada penagih fisik yang dikirim ke rumah Sarwendah di Cilandak, Jakarta Selatan.

Penegasan itu disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, setelah ia mengonfirmasi informasi tersebut kepada bagian penagihan. Klarifikasi itu menepis kabar bahwa debt collector datang ke rumah yang sebelumnya ditempati Sarwendah bersama anak-anak.

Minola mengatakan persoalan kredit yang dikaitkan dengan isu tersebut memang berstatus tidak lancar. Kredit pembayaran itu disebut menjadi tanggungan Ruben Onsu, tetapi statusnya tidak membuktikan adanya kunjungan petugas penagihan.

Untuk memeriksa klaim yang beredar, Minola menghubungi pihak bank swasta yang menangani kredit itu. Ia menyebut Dimas sebagai pihak dari bank yang mengurusi kredit terkait.

Tidak Ada Tim yang Dikirim ke Lapangan

Dalam keterangannya di Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Juli 2026, Minola memaparkan pertanyaan yang diajukan kepada bank. “BCA tidak pernah kirim debt collector kan Bang?” ujar Minola.

Pihak bank, menurut Minola, memberi jawaban bahwa tim mereka tidak mengirim petugas ke lapangan. “Pagi Bang, sejauh ini dari tim enggak ada ngirim,” demikian jawaban yang dikutipnya.

Keterangan itu menjadi dasar bagi pihak Ruben Onsu untuk membantah narasi penagihan fisik. Minola menyatakan informasi tersebut bukan hasil asumsi, melainkan diperoleh melalui komunikasi dengan bagian yang menangani penagihan.

Ia menilai publik perlu membedakan antara informasi mengenai kelancaran kredit dan klaim pengiriman debt collector. Kedua hal itu tidak dapat disamakan tanpa adanya keterangan yang mendukung.

Permintaan agar Narasi Tidak Diperkeruh

Minola meminta pihak-pihak yang menyebarkan kabar kedatangan penagih tidak membangun framing yang keliru. Menurutnya, konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah tidak perlu diperumit oleh informasi yang belum terbukti.

Ia mengatakan pengungkapan keterangan bank tidak dimaksudkan untuk memojokkan salah satu pihak. Tujuannya, kata Minola, adalah meluruskan narasi berdasarkan fakta yang telah diperoleh.

“Tapi faktanya tidak ada. Jadi janganlah kita mulai mencari pembenaran pembenaran atau mem-framing sesuatu yang tidak benar,” kata Minola. Pernyataan itu merujuk pada klaim bahwa penagih bank telah mendatangi rumah Sarwendah.

Menurut Minola, penyampaian informasi secara utuh penting karena perkara tersebut masih berjalan. Ia menilai informasi yang tidak akurat berpotensi menciptakan kesan yang sulit diluruskan setelah tersebar luas.

Kekhawatiran terhadap Jejak Digital

Minola juga mengaitkan klarifikasi tersebut dengan kepentingan anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah. Ia khawatir narasi yang tidak tepat akan meninggalkan jejak digital yang menyesatkan bagi mereka pada masa depan.

Karena itu, ia mendorong agar setiap pihak mengedepankan fakta ketika membicarakan persoalan keluarga tersebut di ruang publik. Ia memandang dampak informasi tidak berhenti ketika kabar itu pertama kali disebarkan.

Minola menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang mungkin tidak menyukai penjelasan yang ia sampaikan. Ia mengatakan bahwa kebenaran kadang terasa menyakitkan ketika diungkapkan.

Dengan demikian, bantahan pihak Ruben Onsu bertumpu pada jawaban dari bagian penagihan bank yang dihubungi Minola. Berdasarkan keterangan tersebut, tidak ada pengiriman debt collector dari tim bank ke rumah Sarwendah.

Baca Juga