Iran menegaskan konflik di Yaman dan ketegangan di Selat Bab Al Mandab tidak akan selesai melalui penggunaan kekuatan militer. Sikap itu disampaikan ketika hubungan Arab Saudi dan Houthi kembali memanas serta isu keamanan pelayaran mengemuka.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meminta pihak-pihak yang berselisih membuka jalur dialog. Ia menilai penyelesaian politik lebih diperlukan untuk menangani persoalan yang telah lama membelit kawasan.
Pernyataan Iran di Tengah Eskalasi
“Kami percaya bahwa tidak ada solusi militer terhadap masalah Yaman, (selat) Bab Al Mandab, dan masalah regional lainnya,” kata Araghchi, dikutip AFP. Pernyataan tersebut menolak intervensi maupun langkah militer sebagai jawaban atas konflik Saudi dan Houthi.
Araghchi juga menyatakan situasi di Yaman tidak dapat dihubungkan dengan Iran. Posisi ini disampaikan meskipun Teheran disebut mendukung Houthi, kelompok yang menguasai sejumlah wilayah di Yaman.
Menurut Araghchi, insiden di sekitar Bab Al Mandab berpangkal pada sengketa dan persoalan lama antara Yaman, Arab Saudi, serta negara lain di kawasan. Pandangan tersebut menekankan bahwa ketegangan maritim saat ini tidak berdiri sendiri.
Klaim Blokade terhadap Saudi
Bab Al Mandab kembali menjadi perhatian setelah Houthi menyatakan blokade terhadap pelabuhan Saudi pada bulan ini. Kelompok itu juga mengeklaim telah menyerang kapal tanker.
Langkah tersebut dipandang dapat mengganggu kemampuan Arab Saudi dalam menyalurkan pasokan minyak bumi. Risiko itu membuat konflik yang semula berpusat pada sengketa politik turut menyentuh kepentingan energi dan pelayaran.
Juru bicara Houthi pada Jumat (24/7) menyatakan kelompoknya tidak memblokir lalu lintas kapal di Selat Bab Al Mandab secara keseluruhan. Menurutnya, blokade maritim yang diumumkan hanya berdampak pada pihak Saudi.
Pernyataan itu memberi batasan atas sasaran aksi yang diklaim Houthi. Namun, ketegangan di sekitar pelabuhan Saudi tetap menambah tekanan pada jalur laut yang strategis tersebut.
Persimpangan Pelayaran dan Energi
Bab Al Mandab merupakan salah satu titik sensitif dalam konflik yang melibatkan kepentingan keamanan regional. Perkembangan di selat itu menjadi penting karena terkait kelancaran pergerakan kapal dan distribusi energi.
CNN Indonesia melaporkan isu maritim kini menjadi bagian penting dari eskalasi Saudi-Houthi. Dampak yang dipertaruhkan bukan hanya benturan politik, melainkan juga kelancaran pasokan minyak dari Saudi.
Tekanan terhadap pelayaran Saudi muncul beriringan dengan blokade paralel Iran di Selat Hormuz. Dua perkembangan tersebut memperkuat perhatian terhadap jalur laut di kawasan saat konflik Yaman kembali meningkat.
Seruan Teheran untuk berdialog hadir ketika belum ada penyelesaian politik yang tampak bagi sengketa tersebut. Dengan Bab Al Mandab tetap berada dalam sorotan, keamanan maritim dan pasokan minyak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ketegangan Saudi dan Houthi.






