Awkarin memanfaatkan respons terhadap tudingan sepi pekerjaan untuk menyoroti peluang pendapatan kreator di platform digital. Ia menyebut Meta Facebook kini memiliki program content monetization yang memungkinkan kreator mendapatkan bayaran dari unggahan.
“Meta Facebook sekarang ada program contentmonetization, so basically you get paid by posting only?!?! Dan dibayarnya USD loh,” tutur Awkarin. Ia mengatakan mendukung kreator yang ingin serius membuat konten selama tidak mudah putus asa.
Jawaban atas tudingan sepi pekerjaan
Selain membahas peluang monetisasi, Awkarin membagikan angka pendapatan dari tiga kategori untuk menanggapi komentar negatif terhadap dirinya. Ia menyebut pemasukan tersebut berasal dari media sosial, komisi XTRA, dan komisi Shopee.
Unggahan itu diunggah ulang akun Instagram @folkwakanda pada Rabu (12/8/2026). Awkarin menyampaikan rincian nominal itu sambil menanggapi anggapan bahwa dirinya sudah tidak banyak memperoleh pekerjaan.
| Sumber | Pendapatan yang ditampilkan |
|---|---|
| Media sosial | Rp 1.864.339,52 |
| Komisi XTRA | Rp 748.268.892 |
| Komisi Shopee | Rp 1.059.486.348 |
“Buat yang pada salty sepi job #Tanpangangkang. Media sosial Rp 1.864.339,52, komisi XTRA Rp 748.268.892, komisi Shopee Rp 1.059.486.348,” ucap Awkarin dalam unggahan tersebut.
Dari tiga angka yang ditampilkan, komisi Shopee menjadi nominal terbesar. Komisi XTRA berada di urutan berikutnya, sedangkan pendapatan media sosial tercantum jauh lebih kecil dibanding dua kategori komisi itu.
Pesan tim melalui Shopee dipertanyakan
Perbincangan mengenai unggahan Awkarin juga berkaitan dengan pertanyaan seorang warganet tentang pesan yang diterima melalui Shopee. Warganet itu mengingatkan adanya risiko penipuan yang meminta kontak sebelum mengirim tautan phishing.
“Halo kak, ini beneran yang nge-chat via Shopee? Soalnya suka ada yang tipu-tipu minta kontak, sudah dikasih trus mengirimkan rate via link ternyata link phising,” tanya warganet tersebut. Awkarin kemudian membenarkan bahwa komunikasi itu dilakukan oleh timnya.
Ia meminta publik menggunakan akun awkarin97 sebagai acuan akun miliknya. Awkarin juga menyampaikan bahwa timnya memang bekerja secara aktif untuk membuka kemungkinan proyek baru.
“Tim aku memang bekerja enggak hanya menunggu bola tetapi juga mengejar bola, siapa tahu memang ada kerja sama yang bisa kita kerjakan,” jawabnya. Ia meminta pihak yang menemukan komunikasi tim yang kurang profesional untuk memberi tahu dirinya.
Skema persentase proyek untuk tim
Menurut Beritasatu.com, anggota tim Awkarin dapat memperoleh persentase dari proyek merek di luar gaji pokok mereka. Kondisi itu disebut Awkarin sebagai alasan timnya berupaya aktif mencari peluang kerja sama.
“Tim gue ngejar bola ya terserah dong, orang mereka (di luar gaji pokok), dapat persenan dari project-project brand,” ungkap Awkarin. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menanggapi kritik terhadap metode pencarian proyek oleh timnya.
Di akhir unggahan, Awkarin menyindir pihak yang melontarkan komentar negatif dan fitnah kepadanya. Ia menyatakan respons tersebut justru menjadi bagian dari jalan rezeki yang diterimanya.






