Avila Bahar menutup balapan MTCC 300KM di Sepang dengan tiga pencapaian sekaligus, yaitu pole position, fastest lap, dan kemenangan. Hasil itu diraih bersama Aaron Lim saat membela Honda Malaysia Racing Team.
Dominasi tersebut semakin bernilai karena putaran ketiga menerapkan sistem poin ganda. Avila dan tim pun memperoleh kesempatan besar untuk mendongkrak posisi mereka dalam persaingan klasemen.
Tiga Hasil Utama HMRT
Performa duet Avila dan Lim sudah terlihat sejak sesi latihan dengan hasil yang positif. Laju itu berlanjut pada kualifikasi, ketika mereka mendapatkan hak старт dari posisi paling depan.
| Tahap Kompetisi | Catatan Avila Bahar dan Aaron Lim |
|---|---|
| Latihan | Hasil positif |
| Kualifikasi | Pole position |
| Lomba ketahanan | Juara dan fastest lap |
Balapan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada Minggu, 26 Juli 2026. Avila berbagi mobil dengan Lim dalam perlombaan ketahanan berjarak 300 kilometer.
Keunggulan dari kualifikasi memberi HMRT posisi strategis saat lampu start padam. Namun, dinamika lomba membuat duet tersebut tidak selalu berada di urutan pertama.
Merebut Kembali Pimpinan Balapan
HMRT melakukan pit stop lebih cepat daripada pesaing dan keputusan itu membuat posisi mereka sempat merosot. Avila kemudian mampu mengambil kembali pimpinan balapan setelah fase tersebut.
Setelah kembali ke depan, duet Avila dan Lim menjaga keunggulan hingga garis finis. Kemenangan ini memastikan rangkaian hasil unggul mereka tidak berhenti pada pole position dan catatan putaran tercepat.
Avila menyebut akhir pekan di Sepang berlangsung sangat membahagiakan. Dalam rilis kepada detikSport, ia mengatakan, “Memang akhir pekan ini sangat membahagiakan karena kami meraih hasil sempurna sejak sesi latihan, kualifikasi, pole position hingga fastest lap dan kembali juara, benar-benar bikin happy.”
Persiapan dan Dukungan yang Mengiringi Kemenangan
Pebalap Honda Racing Indonesia itu juga menilai persiapan HMRT mendukung kelancaran performa mereka. “Tim HMRT juga melakukan persiapan terbaik buat kami sehingga semuanya berjalan sempurna. Alhamdulillah ini jadi akhir pekan indah buat saya dan Aaron juga seluruh tim,” ujar Avila.
Keluarga Avila turut hadir di Sepang, termasuk neneknya, Evi Bahar Laloan. Evi merupakan mantan pebalap era 1970-an yang diboyong ke Malaysia ketika tengah berlibur di Indonesia.
Menurut Avila, keluarga menjadi penopang penting bagi perjalanan balapnya. Dukungan itu menyertai keberhasilan dirinya dan Lim mengulang pencapaian terbaik di Sepang.
Usai kembali ke Jakarta, Avila dijadwalkan memusatkan perhatian pada persiapan putaran 3-4 MFoS di Sirkuit Mandalika. Modal hasil sempurna dan tambahan poin dari Sepang akan dibawanya ke agenda balap selanjutnya.






