Dari 1,38 Triliun Won ke 944 Miliar Won, Aset Cerai Pimpinan SK Group Menyusut

Nilai pembagian aset dalam perceraian pimpinan SK Group, Chey Tae-won, menyusut dari 1,38 triliun won menjadi 944 miliar won. Meski demikian, jumlah sekitar Rp 11 triliun yang harus dibayarkan kepada Roh Soh-yeong masih mencerminkan skala luar biasa dari perkara tersebut.

Sengketa ini menarik perhatian karena melibatkan pemimpin salah satu konglomerat paling berpengaruh di Korea Selatan. Perubahan nilai putusan juga memperlihatkan bagaimana status hukum sebuah dana dapat menentukan besaran aset yang diakui pengadilan.

Perkara Keluarga di Tengah Skala Bisnis Raksasa

Chey memimpin SK Group, konglomerat keluarga atau chaebol yang tumbuh dari perusahaan tekstil kecil pada 1953. Grup itu kini dikenal sebagai konglomerat terbesar kedua di Korea Selatan setelah Samsung.

Jaringan bisnis SK Group hadir dalam kegiatan sehari-hari masyarakat melalui SK Telecom dan jaringan SPBU milik SK. Perkembangan perkara pribadi pimpinannya pun menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi publik terhadap korporasi besar tersebut.

Di sektor teknologi, SK Hynix menjadi salah satu kekuatan penting grup di pasar global. Anak usaha itu berada di garis depan tren kecerdasan buatan sebagai salah satu penyokong cip memori canggih untuk Nvidia.

Kinerja SK Hynix disebut ikut memperkuat posisi Chey di kalangan elite bisnis ketika kapitalisasi pasarnya sempat melampaui 1 triliun won. Latar inilah yang membuat sengketa perceraian tersebut mendapat sorotan melampaui urusan keluarga semata.

Dasar Pengurangan Nilai Pembagian Aset

Putusan pada 2024 sebelumnya menetapkan pembagian harta sebesar 1,38 triliun won. Pengadilan ketika itu mempertimbangkan dugaan dana rahasia atau slush fund senilai 30 miliar won yang disebut mengalir kepada Chey pada 1991.

Dana tersebut dikaitkan dengan Roh Tae-woo, mantan Presiden Korea Selatan yang menjabat dari 1988 hingga 1993. Roh Tae-woo juga merupakan ayah dari Roh Soh-yeong.

Periode PutusanNilai Aset DibagiDasar Perhitungan
20241,38 triliun wonDugaan dana rahasia ikut dipertimbangkan
Putusan baru944 miliar wonDana ilegal dikeluarkan dari aset resmi

Mahkamah Agung Korea Selatan kemudian membatalkan pertimbangan atas dana 30 miliar won tersebut. Pengadilan tertinggi menilai dana itu diperoleh secara ilegal sehingga tidak dapat dihitung sebagai aset resmi pasangan.

Penilaian tersebut menjadi alasan utama turunnya nilai pembagian harta menjadi 944 miliar won. Namun, angka akhirnya tetap menjadikan sengketa Chey dan Roh sebagai salah satu perkara perceraian paling bernilai di negara itu.

Perceraian Setelah 35 Tahun Pernikahan

Chey dan Roh telah menikah selama 35 tahun, sementara perselisihan hukumnya berlangsung lebih dari satu dekade. Rumah tangga mereka menjadi sorotan setelah diketahui Chey memiliki seorang anak dari perempuan lain.

Tim hukum Roh pada proses sebelumnya meyakinkan pengadilan bahwa bisnis Chey berkembang dengan bantuan dari keluarga mertuanya. Pertimbangan itu kemudian berubah setelah Mahkamah Agung menolak memasukkan dana rahasia sebagai bagian dari harta resmi.

Kuasa hukum Chey menyatakan sang chairman menyesalkan kegaduhan yang timbul selama proses perceraian. Mereka juga akan mempelajari putusan secara menyeluruh sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Menurut Beritasatu, media lokal kerap menyebut kasus ini sebagai “perceraian abad ini”. Julukan tersebut muncul karena tingginya nilai aset serta kedudukan Chey dan Roh dalam lingkungan bisnis maupun politik Korea Selatan.

Baca Juga