Saat AS Selidiki Serangan di Teluk, Trump Beri Peringatan Keras kepada Xi dan Putin

Penyelidikan AS atas serangan terhadap sejumlah target CIA di kawasan Teluk memperluas tekanan terhadap Rusia di tengah konflik dengan Iran. Di saat bersamaan, Presiden Donald Trump memperingatkan China dan Rusia agar tidak memberi bantuan rahasia kepada Teheran.

Intelijen AS menelusuri kemungkinan Rusia membantu serangan itu melalui informasi penargetan atau transfer teknologi drone yang digunakan Iran. Dugaan tersebut memperkuat perhatian Washington terhadap jalur dukungan internasional bagi kemampuan militer Teheran.

Reuters, yang dikutip VIVA, melaporkan empat sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengatakan serangan tersebut memicu penyelidikan besar-besaran. Kremlin belum memberikan jawaban atas tudingan itu dan pemerintah Rusia menolak berkomentar pada Kamis, 23 Juli 2026.

Trump belum menyatakan bahwa Rusia atau China terlibat langsung dalam dukungan militer bagi Iran. Ia mengatakan masih memegang jaminan yang disampaikan Vladimir Putin dan Xi Jinping mengenai larangan penjualan senjata kepada Iran.

Peringatan dari Trump

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa konsekuensi serius menanti bila China atau Rusia melanggar komitmen mereka. Ia menilai bantuan diam-diam kepada Iran tidak akan menguntungkan kedua negara.

“Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka. Jelas bukan demi kepentingan terbaik mereka,” tulis Trump. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan Washington dapat berubah jika ditemukan bukti dukungan tersembunyi.

Trump mengatakan Xi telah menyampaikan jaminan langsung dalam pertemuan bilateral mereka di Beijing. China, menurut Trump, berjanji tidak akan memasok atau menjual persenjataan kepada Iran dalam keadaan apa pun.

Jaminan dari Xi juga mencakup perusahaan China yang dapat terlibat dalam transaksi senjata. Sementara itu, Putin disebut memberikan komitmen agar Rusia tidak menjual persenjataan kepada Iran.

PihakPokok PernyataanStatus Menurut Trump
Xi JinpingChina tidak memasok atau menjual senjata kepada Iran, termasuk melalui perusahaan ChinaMasih dipercaya akan mematuhi komitmen
Vladimir PutinRusia tidak menjual persenjataan kepada IranMasih dipercaya akan mematuhi komitmen

Perbedaan Sikap di Pemerintahan AS

Sikap Trump tidak sepenuhnya sejalan dengan penjelasan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sidang Senat beberapa hari sebelumnya. Hegseth mengatakan Rusia dan China memfasilitasi sejumlah aktivitas Iran pada tingkat yang berbeda-beda.

“Ada cara-cara di mana kedua negara itu, pada tingkat yang berbeda-beda, memfasilitasi sejumlah hal yang dilakukan Iran, ya,” ujar Hegseth. Ia tidak memerinci bentuk dukungan yang dimaksud dalam keterangannya.

Perbedaan itu membuka pertanyaan mengenai sejauh mana informasi intelijen telah menguatkan dugaan bantuan dari kedua negara. Pemerintah AS sebelumnya juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dan perusahaan di Rusia serta China yang dituding membantu Iran memperoleh persenjataan.

Konflik yang Terus Meningkat

Ketegangan AS dan Iran meningkat sejak Februari 2026. Situasi kemudian memburuk setelah operasi militer gabungan AS dan Israel menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut.

Aksi saling serang serta ancaman pembalasan setelah operasi itu memperburuk kondisi keamanan Timur Tengah. Dalam situasi tersebut, dugaan transfer senjata, teknologi drone, dan data penargetan menjadi isu yang dapat memperbesar tekanan diplomatik terhadap Rusia dan China.

Baca Juga