Mahar pernikahan Selvi Kitty semula dirancang dengan nominal Rp 888.808, tetapi akhirnya menjadi Rp 888.800. Perubahan itu terjadi karena uang pecahan Rp 8 tidak tersedia.
Meski nominal akhirnya berbeda, Selvi tetap mempertahankan makna susunan angka delapan di dalam mahar tersebut. Ia meyakini angka itu menjadi simbol harapan agar rezeki rumah tangganya tidak terputus.
“Bukan karena nominalnya, tapi ada artinya. Kenapa 8, 8? Ya artinya kan rezekinya biar nggak putus,” ujar Selvi. Penjelasan itu menunjukkan bahwa nilai sentimental dan filosofi menjadi alasan utama di balik pilihan nominal mahar.
Nominal Mahar yang Disimpan
| Rincian | Nominal atau Keadaan |
|---|---|
| Nominal awal yang direncanakan | Rp 888.808 |
| Nominal mahar yang disimpan | Rp 888.800 |
| Temuan saat isi dompet diperlihatkan | Satu lembar Rp 10 ribu hilang |
Selvi tidak menempatkan uang mahar itu sebagai dana untuk kebutuhan sehari-hari. Ia menyimpannya di dompet, membawanya ke mana-mana, dan tidak pernah menggunakannya.
Kepada hot.detik.com, ia mengatakan kebiasaan tersebut dijalani karena mengikuti pesan suaminya. “Sampai hari ini aku simpan, aku bawa ke mana-mana, dan tidak pernah aku pakai uangnya karena tidak boleh,” kata Selvi.
Nilai Kenangan Lebih Utama
Uang itu menjadi pengingat dari pernikahan Selvi yang digelar secara tertutup. Pedangdut berusia 33 tahun tersebut memandang mahar sebagai benda yang menyimpan arti dalam perjalanan rumah tangganya.
Saat memperlihatkan isi dompet, Selvi menyadari ada satu lembar uang Rp 10 ribu yang sudah tidak tersimpan bersama mahar. Ia tetap menekankan bahwa arti mahar tidak bergantung pada jumlah uang yang ada saat ini.
Selvi sempat menyebut maharnya sederhana dari sisi nominal. “Ini lho, mas kawinnya murah banget ya, Rp 800 ribu, tapi kan ini ada artinya,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa susunan angka delapan menjadi inti dari pilihannya. Nominal mahar tersebut dipertahankan sebagai simbol yang lebih besar daripada nilai belanjanya.
Dompet Berisi Uang sebagai Simbol Rezeki
Selain alasan kenangan pernikahan, Selvi memiliki keyakinan pribadi tentang uang tunai yang disimpan di dompet. Ia percaya keberadaan uang dapat menarik datangnya rezeki lain.
“Aku percaya kalau misalkan kita bawa uang cash di dompet, itu tuh akan menarik teman-temannya, menarik rezeki gitu,” ucapnya. Keyakinan tersebut membuatnya memilih tetap membawa mahar dalam kegiatan sehari-hari.
Perempuan yang sedang hamil anak kedua itu berharap rezeki terus datang untuk keluarganya. Uang mahar itu pun tidak diniatkan untuk dibelanjakan, melainkan dijaga sebagai pengingat dan simbol harapan.
“Walaupun nggak dipakai, tapi mereka mengundang teman-teman yang lain buat datang ke dompet aku. Amin,” pungkas Selvi. Mahar Rp 888.800 tersebut tetap menjadi bagian dari barang pribadi yang ia bawa di dompet.






