Arab Saudi dan Thailand menjadi dua lawan pertama yang akan dihadapi tim putri Indonesia U-16 di Kudus. Pertandingan pembuka itu menandai dimulainya enam laga penyisihan bagi Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara pada Srikandi Merdeka Cup 2026.
Ajang ini tidak hanya mempertemukan pemain muda Indonesia dengan tim dari Asia. Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan membangun kesiapan bertanding dalam lingkungan internasional sejak kelompok usia 16 tahun.
Lawan Pertama dan Jalur Pertandingan
Garuda Pertiwi dijadwalkan melawan Arab Saudi pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB. Putri Nusantara kemudian berhadapan dengan Thailand pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 15.00 WIB.
Berikutnya, Garuda Pertiwi akan menghadapi Malaysia pada 16 Agustus dan Hong Kong pada 18 Agustus. Putri Nusantara menjalani laga kontra Singapura pada 17 Agustus sebelum melawan Yordania pada 19 Agustus.
| Tim Indonesia | Grup | Lawan |
|---|---|---|
| Garuda Pertiwi | Grup A | Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi |
| Putri Nusantara | Grup B | Thailand, Singapura, Yordania |
Format pembagian grup membuat dua tim Indonesia tidak saling bertemu pada fase penyisihan. Masing-masing tim akan memainkan tiga pertandingan, sehingga jumlah laga Indonesia pada tahap ini mencapai enam pertandingan.
Garuda Pertiwi menjalani pertandingan melawan Arab Saudi dan Hong Kong sebagai tuan rumah. Satu laga lainnya mempertemukan mereka dengan Malaysia pada 16 Agustus.
Putri Nusantara memulai pertandingan dari laga melawan Thailand. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Singapura dan Yordania dalam rangkaian penyisihan yang berakhir 19 Agustus.
Kompetisi untuk Membentuk Mental Bertanding
Srikandi Merdeka Cup 2026 akan digelar di Lapangan Supersoccer Arsenal, Kudus, pada 14-23 Agustus 2026. Selain Indonesia, peserta turnamen berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa turnamen ini disusun untuk menghadirkan kompetisi yang berkualitas. Penyelenggaraannya merupakan kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PSSI.
Dalam pernyataan yang dikutip sport.detik.com, Teddy mengatakan, “Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas agar setiap individu dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak dini hingga nantinya mereka memiliki bekal untuk melangkah ke level profesional.”
Panitia juga menempatkan pengembangan pemain, pelatih, dan ofisial sebagai bagian dari tujuan turnamen. Para peserta diharapkan memperoleh pengalaman dari pertandingan, fasilitas, serta standar penyelenggaraan yang disiapkan.
Timo Memandang Momentum Kebangkitan
Timnas Putri Indonesia U-16 di ajang ini dilatih Timo Scheunemann. Ia memandang Srikandi Merdeka Cup sebagai titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia.
“Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan,” ujar Timo.
Menurut Timo, Indonesia harus menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tim peserta. Ia berharap Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara dapat menampilkan permainan terbaik dengan tetap menjunjung fair play.
Setiap pertandingan penyisihan akan memberi pemain muda pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari persiapan mereka untuk melangkah ke jenjang sepak bola yang lebih tinggi.






