Alya Rohali Sempat Minta Diarra Fokus Kuliah, Putrinya Mantap Ikut Abang None

Alya Rohali sempat menyarankan Diarra Annisa Rachbini untuk lebih fokus menyelesaikan pendidikan sebelum mengikuti ajang kompetisi. Namun, putrinya yang berusia 18 tahun merasa masa libur kuliah menjadi waktu yang sesuai untuk mengikuti Abang None Jakarta Barat 2026.

Keputusan Diarra tidak diambil tanpa pertimbangan. Ia mengaku sempat berpikir untuk mengikuti saran ibunya, tetapi melihat kesempatan selama libur kuliah sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan.

“Sebenarnya karena aku masih 18 tahun, Mama memang sempat bilang, ‘Kuliah dulu aja’. Aku juga sempat kepikiran hal yang sama, tapi di saat yang bersamaan, aku merasa ini waktu yang tepat karena kebetulan lagi libur kuliah,” ungkap Diarra.

Pertimbangan Alya berkaitan dengan pengalaman yang pernah ia jalani ketika mengikuti ajang serupa. Pada masa itu, ayahnya berharap Alya lebih memusatkan perhatian pada sekolah dan kuliah.

Alya menilai dukungan keluarga bukan berarti tanpa kekhawatiran terhadap pendidikan. Ia berusaha menunjukkan bahwa kegiatan di luar kampus dapat dijalani tanpa harus mengorbankan pencapaian akademik.

Pelajaran dari Pengalaman Masa Lalu

“Papa sebenarnya bukan nggak mendukung, tapi beliau lebih ingin aku fokus sekolah dan kuliah dulu. Makanya aku pengin membuktikan kalau ikut Abang None bukan berarti prestasi akademik jadi terganggu,” jelas Alya Rohali.

Pengalaman tersebut menjadi alasan Alya bersikap hati-hati saat Diarra menyampaikan keinginannya. Meski demikian, Diarra akhirnya menggunakan masa jeda perkuliahan untuk mengambil peluang tersebut.

Bagi Diarra, mengikuti Abang None Jakarta Barat 2026 bukan upaya membuktikan diri di bawah nama besar keluarga. Ia memandang ajang itu sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membentuk karakter pribadi.

Motivasi di Balik Nama Besar

Putri Alya itu menegaskan tidak pernah merasa terbebani oleh pencapaian sang ibu. Nama Alya justru ia tempatkan sebagai dorongan untuk terus melangkah dengan arah yang diyakininya.

“Kalau pressure, sebenarnya aku nggak pernah ngerasa seperti itu. Dari dulu justru aku menjadikannya sebagai motivasi,” kata Diarra, dikutip dari hot.detik.com.

Diarra menyebut Alya tidak pernah mengharuskannya menjadi sosok yang sama. Pesan sang ibu adalah agar ia tetap mengenali diri sendiri dan memiliki karakter yang kuat.

“Mama juga nggak pernah bilang kalau aku harus jadi seperti beliau. Yang selalu Mama bilang adalah aku harus jadi diri sendiri, punya karakter sendiri,” ujar Diarra.

Di luar persoalan pendidikan dan kompetisi, Alya melihat kemiripan antara dirinya dan Diarra dalam urusan penampilan. Keduanya sama-sama memperhatikan busana, riasan wajah, serta tatanan rambut sebelum bepergian.

Alya menilai detail tersebut penting agar penampilan terlihat rapi dan sesuai. Kesamaan itu tetap berjalan berdampingan dengan keinginan Diarra untuk tumbuh melalui pilihan hidup yang dibangunnya sendiri.

Baca Juga