Aaron Ramsey Mulai Era Baru di Oxford, Larangan Transfer Langsung Menjadi Beban

Aaron Ramsey menghadapi tugas berat pada awal masa kepemimpinannya di Oxford United. Manajer baru itu harus memulai musim EFL League One ketika klub sedang terkena larangan transfer sepanjang musim panas.

Ujian pertamanya hadir saat Oxford menjamu MK Dons di Stadion Kassam pada Sabtu pukul 12.30 waktu setempat. Laga tersebut menjadi kesempatan awal bagi Ramsey untuk menunjukkan respons tim setelah degradasi dari Championship.

Oxford mengakhiri musim lalu di posisi ke-22 Championship dan harus turun ke League One. Ramsey ditunjuk menjelang musim 2026/27 untuk menggantikan Matt Bloomfield dalam situasi ketika kebutuhan membenahi skuad cukup besar.

Namun, aktivitas rekrutmen Oxford hanya menghasilkan dua pemain berstatus bebas transfer, yakni Frankie Kent dan Ruben Rooksen. Kent bahkan dipastikan absen pada pertandingan pembuka akibat cedera ligamen lutut.

Pilihan Pemain Berkurang

Masalah Oxford tidak hanya terletak pada terbatasnya pemain baru. Will Lankshear tidak lagi tersedia setelah masa pinjamannya berakhir, sementara Myles Peart-Harris dan Will Vaulks meninggalkan klub.

Kondisi tersebut membuat Ramsey perlu memaksimalkan pemain yang masih berada di dalam skuad. Oxford tetap memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang pernah tampil di League One dan Championship.

FaktorKondisi Oxford United
Posisi musim laluKe-22 Championship dan terdegradasi
ManajerAaron Ramsey menggantikan Matt Bloomfield
Pemain baruFrankie Kent dan Ruben Rooksen
Kendala awalLarangan transfer serta Kent cedera

Pengalaman itu pula yang menjadi perhatian Paul Warne, manajer MK Dons. Ia menganggap Oxford tetap berbahaya meski sedang melewati masa pergantian pelatih dan penurunan divisi.

“Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman yang pernah bermain di level ini dan di Championship,” kata Warne. MK Dons karena itu tidak melihat kondisi lawan sebagai keuntungan yang sepenuhnya menentukan.

MK Dons Membawa Modal Promosi

MK Dons datang ke Kassam setelah promosi dari League Two. Tim asuhan Warne akan mengawali musim dengan menghadapi klub yang memiliki pengalaman lebih tinggi, tetapi sedang dibatasi dalam pergerakan transfer.

Warne menilai Oxford masih memiliki kualitas individual untuk bersaing di League One. Ia menyoroti Harris di lini depan serta Cameron Brannagan yang telah mencetak banyak gol pada level tersebut.

“Saya tidak berpikir mereka akan menganggap penurunan ke League One terlalu menakutkan. Mereka memiliki Harris di lini depan yang pernah ingin saya rekrut sebelumnya, dia adalah penyerang yang bagus di liga mana pun, dan Brannagan telah mencetak banyak gol di level ini,” ujar Warne.

Riwayat duel kedua klub juga mengindikasikan pertandingan yang berpotensi rapat. Dalam 14 pertemuan di semua kompetisi, Oxford mencatat lima kemenangan dan MK Dons meraih empat kemenangan.

Catatan PertemuanJumlah
Oxford United menang5
MK Dons menang4
Imbang5

Lima pertandingan lainnya selesai tanpa pemenang, menempatkan laga pembuka ini dalam persaingan yang relatif berimbang. Oxford kini membutuhkan hasil yang meyakinkan untuk memulai era Ramsey, sementara MK Dons ingin mengubah modal promosi menjadi tekanan nyata bagi tuan rumah.

Baca Juga