PB PABSI tidak membagi target medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kepada atlet tertentu. Federasi memproyeksikan empat medali sebagai hasil kolektif dari delapan lifter yang dikirim ke Nagoya.
Pendekatan tersebut membuat seluruh anggota skuad memegang peran dalam target Indonesia. Warna medali yang diincar juga belum diumumkan oleh PB PABSI.
Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono menyebut angka empat medali berasal dari perhitungan tim ahli. “Delapan atlet sudah pasti dan sudah disetujui, kami akan berangkat. Sudah diprediksi oleh tim ahli kira-kira dapat empat medali,” katanya, dikutip CNN Indonesia.
Skuad Putra dan Putri
Delapan atlet terbagi rata antara sektor putra dan putri. Mereka akan turun pada kelas masing-masing dalam pertandingan yang berlangsung 23-29 September di Nagoya City Trade and Industry Center.
| Sektor | Nama Lifter | Kelas |
|---|---|---|
| Putra | Ricko Saputra | 60kg |
| Putra | Eko Yuli Irawan | 65kg |
| Putra | Rahmat Erwin Abdullah | 75kg |
| Putra | Rizki Juniansyah | 85kg |
| Putri | Luluk Diana Tri Wijayana | 49kg |
| Putri | Juliana Klarisa | 53kg |
| Putri | Natasya Beteyob | 61kg |
| Putri | Indah Afriza | 69kg |
Daftar tersebut menempatkan Ricko Saputra dan Eko Yuli Irawan pada dua kelas awal sektor putra. Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah mengisi dua kelas putra lainnya.
Di sektor putri, Indonesia mengandalkan Luluk Diana Tri Wijayana, Juliana Klarisa, Natasya Beteyob, serta Indah Afriza. Keempatnya menjadi bagian penting dari peluang medali yang dipetakan secara menyeluruh.
Modal Prestasi pada Skuad Putra
Rahmat menjadi satu-satunya juara bertahan Asian Games yang masuk dalam kontingen. Ia meraih emas kelas 73kg pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023.
Pada kesempatan itu, Rahmat mencatat total angkatan 359kg. Ia juga menorehkan rekor Asian Games dan rekor dunia clean and jerk lewat angkatan 201kg.
Rizki datang dengan status peraih emas Olimpiade Paris 2024. Penampilannya di Aichi-Nagoya akan menjadi debutnya dalam Asian Games.
Eko turut membawa pengalaman sebagai penyumbang emas Indonesia pada Asian Games 2018. Dua emas angkat besi Indonesia di Asian Games sejauh ini dipersembahkan Eko dan Rahmat.
Tradisi yang Ingin Diteruskan
Angkat besi Indonesia telah mengumpulkan dua emas, delapan perak, dan 14 perunggu sepanjang dipertandingkan di Asian Games. Catatan komposisi medali terbaik terjadi pada 2018 dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Jumlah keping medali terbanyak diraih pada Asian Games 2010. Indonesia ketika itu memperoleh satu perak dan tiga perunggu dari cabang angkat besi.
Kontingen akan didampingi lima ofisial, yaitu Dirdja Wihardja, Erwin Abdullah, Samsusi, Sri Indriyani, dan Triyatno. Mereka akan mendukung persiapan dan pelaksanaan pertandingan selama tujuh hari di Nagoya.
Target empat medali akan menjadi tantangan untuk memperpanjang tradisi tersebut. Pencapaian akhir Indonesia baru ditentukan setelah seluruh nomor angkat besi di Nagoya selesai dipertandingkan.






