Toyota Avanza mengumpulkan wholesales 19.512 unit pada semester I 2026 dan menjadi pemimpin mutlak di kelas LMPV. Posisi itu semakin menonjol karena model di urutan kedua, Toyota Veloz, mencatatkan 11.210 unit.
Persaingan tersebut tidak hanya memperlihatkan perbedaan volume, tetapi juga perbedaan pilihan teknologi. Avanza ditopang varian bensin, sementara Veloz memperoleh kontribusi terbesar dari 1.5 V HEV AT.
7 Model dengan Distribusi Terbesar
| No. | Model | Wholesales | Varian Terlaris |
|---|---|---|---|
| 1 | Toyota Avanza | 19.512 unit | 1.5 G MT, 5.977 unit |
| 2 | Toyota Veloz | 11.210 unit | 1.5 V HEV AT, 6.164 unit |
| 3 | Mitsubishi Xpander | 7.492 unit | Ultimate CVT, 3.782 unit |
| 4 | Daihatsu Xenia | 2.678 unit | 1.3 X MT, 762 unit |
| 5 | Daihatsu Luxio | 2.051 unit | 1.5 X MT, 989 unit |
| 6 | Suzuki APV | 1.405 unit | APV GE Del Van, 691 unit |
| 7 | Suzuki Ertiga | 492 unit | GL AT, 256 unit |
Data wholesales GAIKINDO yang dimuat jambiindependent.disway.id mencatat pengiriman pabrik ke dealer sepanjang enam bulan pertama 2026. Karena itu, angka ini menunjukkan distribusi produk ke jaringan pasar, bukan penjualan ritel langsung.
1. Toyota Avanza
Varian 1.5 G MT menjadi penyumbang terbesar bagi Avanza dengan 5.977 unit. Posisi berikutnya ditempati 1.5 G CVT yang mengirimkan 5.345 unit.
Avanza ditopang oleh jaringan purna jual luas, ketersediaan suku cadang, dan nilai jual kembali yang stabil. Kombinasi tersebut mempertahankan daya tariknya sebagai mobil keluarga dengan volume tinggi.
2. Toyota Veloz
Varian 1.5 V HEV AT menyumbang 6.164 unit dari total 11.210 unit distribusi Toyota Veloz. Angka ini menempatkan versi hybrid sebagai penggerak utama model tersebut.
Minat terhadap efisiensi bahan bakar dan teknologi hybrid terlihat lebih kuat pada Veloz. Model ini juga menyasar konsumen yang mencari fitur keselamatan modern di kendaraan keluarga.
3. Mitsubishi Xpander
Mitsubishi Xpander mencatatkan 7.492 unit dengan Ultimate CVT sebagai tipe terbanyak, yaitu 3.782 unit. Capaian itu membuat Xpander tetap berada di urutan ketiga.
Kenyamanan suspensi menjadi salah satu kekuatan yang dipertahankan Xpander. Kabin yang hening juga menjadi nilai jual dalam persaingan LMPV.
4. Daihatsu Xenia
Daihatsu Xenia mengirimkan 2.678 unit selama semester I 2026. Tipe 1.3 X MT menjadi penyumbang terbesar dengan 762 unit.
Model kembaran Avanza tersebut mengandalkan mesin 1.3 liter untuk konsumen yang mengutamakan fungsi. Skema kepemilikan yang ekonomis melengkapi posisinya di pasar.
5. Daihatsu Luxio
Daihatsu Luxio berada di posisi kelima setelah mencatatkan 2.051 unit. Varian 1.5 X MT menyumbang 989 unit dari total tersebut.
Luxio mempertahankan tempatnya berkat desain boxy dan fungsi utilitas yang tinggi. Kabin fleksibel membuatnya sesuai untuk kebutuhan kendaraan dengan ruang yang lebih serbaguna.
6. Suzuki APV
Suzuki APV membukukan distribusi 1.405 unit dan menempati urutan keenam. APV GE Del Van menjadi tipe dengan kontribusi terbanyak, yakni 691 unit.
Varian tersebut menunjukkan pentingnya penggunaan niaga dalam penjualan APV. Bodi boxy juga masih menjadi kekuatan untuk kebutuhan operasional bisnis dan travel.
7. Suzuki Ertiga
Suzuki Ertiga mencatatkan 492 unit untuk menutup daftar tujuh LMPV terlaris. GL AT menyumbang 256 unit, sedangkan GL MT berkontribusi 230 unit.
Varian konvensional tetap menjadi pilihan utama pembeli Ertiga pada periode ini. Penetrasi hybrid Ertiga masih relatif terbatas dibandingkan dengan penggerak hybrid pada Veloz.
Peta distribusi ini memperlihatkan bahwa model utilitas seperti Luxio dan APV masih memiliki pasar tersendiri. Pada saat yang sama, Veloz memberi sinyal perubahan minat terhadap elektrifikasi tanpa menggeser dominasi Avanza dalam volume pengiriman.






