Kebiasaan Memilih Tangga Bisa Menekan Risiko Jantung, Mulai dari 60 Anak Tangga

Risiko penyakit kardiovaskular paling rendah dalam salah satu penelitian terlihat pada orang yang menaiki sekitar enam lantai atau 60 anak tangga setiap hari. Kebiasaan sederhana itu menarik karena dapat dilakukan di tengah rutinitas tanpa memerlukan waktu olahraga yang panjang.

Naik tangga bukan jaminan perlindungan terhadap penyakit jantung, tetapi penelitian menemukan hubungan yang konsisten dengan hasil kesehatan yang lebih baik. Aktivitas ini dapat menjadi salah satu cara menambah gerak bagi orang yang mampu melakukannya dengan aman.

Angka kematian yang lebih rendah

Analisis terhadap sembilan penelitian berkualitas tinggi mencatat kelompok yang rutin menggunakan tangga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 39 persen lebih rendah. Risiko kematian dari berbagai penyebab pada kelompok tersebut juga tercatat 24 persen lebih rendah.

TemuanBesaran risiko lebih rendahPembanding
Kematian akibat penyakit kardiovaskular39 persenOrang yang lebih jarang naik tangga
Kematian dari berbagai penyebab24 persenOrang yang lebih jarang naik tangga

Kebiasaan ini juga dikaitkan dengan kemungkinan lebih rendah mengalami serangan jantung, stroke, serta gagal jantung. Hasil tersebut berhubungan dengan aktivitas singkat yang dilakukan berulang dalam jangka panjang.

Kajian yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs pada Agustus 2026 itu melibatkan lebih dari 480.000 orang dewasa. Peserta berusia 35 hingga 84 tahun, terdiri atas orang sehat dan mereka yang telah memiliki masalah jantung.

Perempuan mencakup 53 persen dari seluruh peserta dalam penelitian yang dianalisis. Masa pemantauan berlangsung selama median 14 tahun.

Mengapa beberapa menit dapat berarti

Saat menaiki tangga, tubuh bekerja melawan gravitasi sehingga detak jantung dan kebutuhan energi meningkat. Kerja fisik yang lebih besar ini membuat tangga berbeda dari berjalan di jalur datar.

Menurut ahli jantung Paul Drury kepada Healthline, manfaatnya mengikuti mekanisme yang serupa dengan kegiatan olahraga lainnya. Olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, dan menunjang penurunan berat badan.

Beberapa penelitian dalam tinjauan tersebut turut menunjukkan potensi peningkatan kebugaran kardiorespirasi dari aktivitas menaiki tangga selama beberapa menit. Aktivitas itu juga berpotensi membangun kekuatan otot serta membantu menurunkan kadar kolesterol.

Mulai kecil tanpa memaksakan target

Jumlah 60 anak tangga bukan patokan yang harus dipenuhi semua orang karena peneliti belum menetapkan target ideal secara universal. Seseorang dapat memulainya dengan memilih tangga alih-alih lift atau eskalator pada kondisi yang sesuai.

Sophie Paddock mengatakan manfaat cenderung lebih besar dalam beberapa studi ketika jumlah tangga yang dinaiki meningkat. “Namun, perubahan kecil sekalipun memberikan dampak yang dapat diukur,” ungkapnya seperti dikutip Science Daily.

Prof. Vassilios Vassiliou menilai penyakit kardiovaskular pada dasarnya dapat dicegah melalui gabungan kebiasaan hidup sehat. Dalam kutipan yang dimuat lifestyle.kompas.com dari Science Daily, ia menyebut penggunaan tangga sebagai langkah praktis yang sering diabaikan.

Ahli jantung preventif Dabhadkar menyarankan fokus pada kemajuan, bukan kesempurnaan. Aktivitas dengan intensitas cukup tinggi dalam waktu singkat dapat bermanfaat bila dilakukan secara rutin.

Perhatikan nyeri dan keterbatasan gerak

Naik tangga tidak selalu tepat bagi orang dengan gangguan persendian atau keterbatasan mobilitas. Aktivitas tersebut tidak perlu diteruskan apabila memicu nyeri atau membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Orang yang tidak dapat mengakses tangga dapat mempertimbangkan kegiatan lain yang meningkatkan detak jantung selama beberapa menit. Yang lebih penting adalah menambah aktivitas fisik secara konsisten sesuai kondisi tubuh masing-masing.

Baca Juga