Tak Harus Pagi, 5 Pilihan Waktu Jalan Kaki untuk Menjaga Tubuh Aktif

Jalan kaki tidak harus dilakukan pada pagi hari untuk memberi manfaat bagi tubuh. Sela kerja, setelah makan siang, sore hari, hingga malam dapat menjadi pilihan selama sesuai dengan rutinitas yang sanggup dijalankan secara konsisten.

Keunggulan kegiatan ini terletak pada kemudahannya karena tidak memerlukan biaya besar atau tempat khusus. Tempo berjalan juga dapat dipilih, dari ringan hingga cepat, dengan menyesuaikan kondisi tubuh.

Manfaat setiap waktu tidak sepenuhnya sama. Ada waktu yang dapat dipakai untuk memecah kebiasaan duduk, ada pula yang berhubungan dengan pengelolaan gula darah dan relaksasi setelah kegiatan harian.

Waktu berjalanFokus manfaat
Pagi hariMenambah rasa bugar dan membantu sirkulasi darah.
Pertengahan pagiMemberi jeda dari pekerjaan yang banyak dilakukan sambil duduk.
Setelah makan siangMendukung pengaturan kadar gula darah setelah makan.
Sore hariMembantu peralihan dari aktivitas kerja ke waktu beristirahat.
Malam hariMelepas penat dan berpotensi membuat tubuh lebih nyaman untuk tidur.

1. Jalan kaki pagi hari

Pagi hari cocok bagi orang yang ingin memulai kegiatan dengan tubuh yang terasa lebih segar. Jalan kaki pada waktu ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membangunkan sistem saraf.

Penelitian yang terbit pada 2012 menunjukkan bahwa berjalan cepat selama 45 menit pada pagi hari dapat menurunkan ketertarikan terhadap gambar makanan. Dalam penelitian tersebut, ketertarikan pada gambar makanan meningkat setelah aktivitas lain dilakukan pada waktu berbeda.

2. Jalan kaki pertengahan pagi

Setelah beberapa jam bekerja di depan komputer, pertengahan pagi dapat digunakan sebagai jeda untuk bergerak. Pilihan ini relevan bagi pekerja yang ingin beristirahat sejenak dari posisi duduk tanpa mengganggu jadwal utama.

Personal trainer bersertifikasi Andrew White menyatakan bahwa waktu tersebut memberi kesempatan untuk keluar dari rutinitas pekerjaan. Menurut White yang dikutip CNBC Indonesia, berjalan pada pertengahan pagi dapat membuat tubuh lebih segar tanpa selalu bergantung pada kopi.

3. Jalan kaki setelah makan siang

Jalan ringan selepas makan siang dapat dimasukkan ke dalam jadwal tanpa perlu sesi olahraga tersendiri. Tinjauan sejumlah penelitian pada 2022 menunjukkan aktivitas ringan dan berdiri sepanjang hari berkaitan dengan kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah setelah makan.

Selain berpotensi membantu menjaga kadar gula darah, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi risiko penumpukan lemak tubuh. Dampak lain yang disebutkan meliputi rasa lebih tenang, waspada, bahagia, dan tidak mudah mengalami stres.

4. Jalan kaki sore hari

Sore hari memberi alternatif bagi orang yang tidak terbiasa bangun pagi untuk berolahraga. Waktu ini membuat tubuh tetap bergerak setelah menjalani berbagai aktivitas sejak awal hari.

White menilai sore sebagai masa ketika tubuh mulai masuk ke fase penstabilan. Berjalan pada periode tersebut dapat berfungsi sebagai transisi sebelum memasuki waktu istirahat.

5. Jalan kaki malam hari

Malam hari dapat dipilih ketika tujuan utamanya adalah melepas penat setelah beraktivitas. White menyebut sekitar satu jam sebelum tidur sebagai salah satu waktu yang baik untuk melakukan aktivitas fisik ringan ini.

Berjalan pada malam hari berpotensi membantu tubuh lebih rileks sehingga tidur terasa lebih nyaman. Kegiatan ini juga dapat menggantikan dorongan untuk ngemil saat bosan dengan gerakan sederhana yang menjaga tubuh tetap aktif.

Baca Juga