Dugaan keterlibatan Rusia dalam serangan drone Iran ke fasilitas CIA di kawasan Teluk menjadi perhatian utama dalam perkembangan internasional sepekan. Badan intelijen Amerika Serikat menyelidiki kemungkinan itu setelah serangan dinilai berjalan dengan tingkat presisi yang tinggi.
Di tengah isu keamanan tersebut, Venezuela menyampaikan keputusan untuk menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional atau ICC. Perubahan politik di Inggris, persoalan Benjamin Netanyahu di New York, dan potensi pajak hadiah Piala Dunia turut melengkapi lima peristiwa penting dunia.
Venezuela menyatakan telah secara resmi memberitahukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai langkah penarikan diri dari ICC. Menteri Luar Negeri Venezuela Felix Plasencia Gonzalez menyampaikan pernyataan itu pada Jumat (24/7/2026).
Keputusan tersebut muncul ketika ICC telah menjalankan penyelidikan selama bertahun-tahun terhadap anggota angkatan bersenjata dan pejabat Venezuela. Pemerintah Venezuela menuduh pengadilan internasional itu memiliki bias geografis.
| No. | Peristiwa | Fakta Penting |
|---|---|---|
| 1 | PM Inggris | Andy Burnham dilantik sebagai perdana menteri ketujuh dalam 10 tahun. |
| 2 | Serangan fasilitas CIA | AS menelusuri kemungkinan dukungan Rusia dalam serangan drone Iran. |
| 3 | Kewenangan Mamdani | Wali Kota New York tidak dapat menangkap Benjamin Netanyahu. |
| 4 | Hadiah Piala Dunia | Hadiah Spanyol senilai 50 juta dollar AS dapat dikenai pajak AS. |
| 5 | Venezuela dan ICC | Venezuela mengumumkan pemberitahuan penarikan diri kepada PBB. |
1. Inggris Memiliki Perdana Menteri Baru
Andy Burnham dilantik sebagai perdana menteri baru Inggris. Pelantikan itu menjadikannya perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade.
Sejumlah warga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru membawa perubahan. Namun, pergantian yang berulang juga memunculkan rasa lelah dan skeptisisme di sebagian kalangan masyarakat.
Menurut Kompas.com, respons publik menunjukkan kekhawatiran bahwa kebijakan pemerintah berikutnya mungkin tidak jauh berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pergantian pemimpin belum otomatis meredakan persepsi ketidakstabilan politik.
2. Dugaan Peran Rusia dalam Serangan Drone Iran
Sejumlah fasilitas CIA di kawasan Teluk dilaporkan dihantam drone Iran. Badan intelijen AS kemudian menyelidiki apakah Rusia memiliki peran dalam serangan tersebut.
Para analis menilai serangan itu efektif dengan tingkat presisi tinggi. Kemampuan seperti itu dinilai tidak lazim apabila hanya bertumpu pada kapasitas Iran sendiri.
Reuters, dalam laporan yang dikutip pada Rabu (22/7/2026), menyebut penyelidikan mengarah pada kemungkinan bantuan dari pihak lain. Dugaan tersebut belum menjadi kepastian, tetapi menjadi bagian penting dari penelusuran otoritas AS.
3. Mamdani Tidak Berwenang Menangkap Netanyahu
Wali Kota New York City Zohran Mamdani menyatakan dirinya tidak memiliki kewenangan hukum untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu apabila berkunjung ke New York. Pernyataan itu berbeda dengan janji yang pernah disampaikannya saat kampanye.
Sebelumnya, Mamdani menyebut kota tersebut akan menangkap Netanyahu jika ia datang. Kini, ia meminta pemerintah federal AS mengeksekusi surat perintah penangkapan yang telah diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional.
Pernyataan Mamdani menyoroti perbedaan antara komitmen politik dan batas kewenangan pemerintah kota. Penegakan surat perintah yang dimaksudnya berada di luar otoritas langsung Wali Kota New York City.
4. Pajak Berpotensi Mengurangi Hadiah Spanyol
Tim nasional Spanyol yang disebut menjuarai Piala Dunia 2026 berpotensi tidak menerima seluruh hadiah 50 juta dollar AS dari FIFA. Hadiah itu dapat terkena pajak federal AS karena turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Internal Revenue Service berpotensi menerapkan pajak hingga 30 persen terhadap hadiah tersebut. Bila tarif maksimal diterapkan, nilai pajak dapat mencapai sekitar 15 juta dollar AS.
Potensi pajak itu berarti nominal hadiah akhir dapat lebih rendah daripada dana yang dialokasikan FIFA. Isu ini muncul dari keterkaitan hadiah turnamen dengan penyelenggaraan pertandingan di Amerika Serikat.
5. Venezuela Menarik Diri dari ICC
Felix Plasencia Gonzalez menyatakan Venezuela telah mengirim pemberitahuan resmi kepada PBB mengenai keputusan keluar dari ICC. Langkah itu terjadi ketika penyelidikan ICC terhadap anggota militer dan pejabat Venezuela telah berjalan selama bertahun-tahun.
Pemerintah Venezuela menuduh lembaga tersebut menerapkan bias geografis. Tuduhan itu menjadi latar belakang yang menyertai keputusan negara tersebut meninggalkan pengadilan internasional.
Peristiwa ini menutup rangkaian kabar dunia sepekan dengan isu yang menyangkut hubungan Venezuela dan sistem hukum internasional. Keputusan tersebut tetap terkait dengan penyelidikan ICC yang telah berlangsung terhadap unsur aparat dan pejabat negara itu.






