5 Alasan Ubi Ungu Layak Masuk Menu, dari Pembuluh Darah sampai Kenyang

Ubi ungu dapat menjadi tambahan menu yang bernilai lebih dari sekadar camilan manis. Kandungan serat, kalium, polifenol, dan antioksidannya berpotensi mendukung rasa kenyang, kesehatan pembuluh darah, serta respons gula darah.

Nilai penting ubi ungu juga terletak pada kulitnya yang menyimpan hampir setengah kandungan serat. Bagian yang telah dibersihkan itu dapat dikonsumsi bersama daging ubi untuk membantu meningkatkan asupan serat.

Meski memiliki sejumlah potensi, ubi ungu tidak dapat menggantikan variasi makanan sehat lain atau penanganan medis. Sejumlah temuan yang tersedia masih berasal dari studi skala kecil, penelitian laboratorium, maupun hewan uji.

Warna ungu pada umbi ini berasal dari antosianin, kelompok senyawa tumbuhan yang juga ditemukan pada blueberry dan blackberry. Antosianin menjadi salah satu alasan ubi ungu menarik dalam kajian nutrisi.

1. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah

Ubi ungu memiliki indeks glikemik 77 dalam penelitian kecil tahun 2014 yang dipublikasikan di PubMed Central. Nilai tersebut lebih rendah daripada kentang kuning dan kentang putih yang diuji dalam penelitian yang sama.

Jenis UmbiIndeks Glikemik
Ubi ungu77
Kentang kuning81
Kentang putih93

Pilihan karbohidrat dengan indeks glikemik lebih rendah dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Polifenol ubi ungu juga dipercaya dapat mengurangi penyerapan pati di usus.

Penelitian tahun 2019 yang diterbitkan di ScienceDirect menemukan ekstrak ubi ungu membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan pada pria sehat. Temuan ini menunjukkan potensi yang tetap perlu dipertimbangkan bersama porsi makan dan pola makan keseluruhan.

2. Kaya Antioksidan untuk Melindungi Sel

Antosianin dalam ubi ungu berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika radikal bebas tidak diimbangi oleh jumlah antioksidan yang memadai di dalam tubuh.

Asupan antosianin lebih tinggi dikaitkan dengan kadar kolesterol yang lebih baik serta risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Senyawa ini juga dikaitkan dengan aktivitas antikanker dan penurunan risiko obesitas maupun diabetes.

3. Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Kalium dan antioksidan menjadikan ubi ungu relevan dalam pola makan yang mendukung pemeliharaan tekanan darah. Makanan kaya polifenol dalam sejumlah penelitian juga dikaitkan dengan elastisitas pembuluh darah dan aliran darah yang lebih baik.

Sebuah penelitian empat minggu pada penderita tekanan darah tinggi mengamati konsumsi enam sampai delapan ubi ungu matang dengan microwave dua kali sehari. Hasilnya menunjukkan tekanan sistolik turun 3,5 persen, sedangkan tekanan diastolik turun 4,3 persen.

Temuan tersebut belum cukup untuk menjadikan ubi ungu sebagai pengganti terapi hipertensi. Orang dengan tekanan darah tinggi tetap perlu mengikuti anjuran penanganan yang sesuai kebutuhannya.

4. Memiliki Potensi dalam Riset Kanker

Potensi antikanker ubi ungu telah diamati dalam beberapa penelitian laboratorium. Senyawa pada umbi ini dilaporkan dapat membantu mencegah atau melawan perkembangan sel kanker usus besar dan kanker payudara.

Penelitian tahun 2018 juga menunjukkan antosianin ubi ungu memiliki efek antitumor pada sel kanker kandung kemih. Hasil pada sel kanker di laboratorium dan hewan uji belum memastikan efek serupa pada manusia.

5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Serat Harian

Serat pangan membantu memberi rasa kenyang lebih lama serta berperan dalam pencegahan sembelit. Serat juga mendukung kestabilan gula darah dan kolesterol dalam pola makan sehari-hari.

Kebutuhan serat yang disebutkan adalah sekitar 14 gram untuk setiap 1.000 kalori, sementara banyak orang belum mencukupinya. Mengolah ubi ungu bersama kulit yang telah dibersihkan dapat menjadi salah satu cara menambah serat tanpa mengabaikan keragaman menu bergizi.

Baca Juga