Risiko paling serius dari menggunakan HP saat terhubung ke pengisi daya adalah korsleting. Kecelakaan kelistrikan ini dapat membuat perangkat terbakar atau meledak ketika masih berada dalam penggunaan.
Bahaya tersebut perlu diperhatikan karena pengisian daya melibatkan arus listrik, sementara perangkat tetap membutuhkan daya untuk menjalankan berbagai komponen. Membiarkan ponsel mengisi tanpa dipakai menjadi langkah pencegahan yang paling aman ketika tidak ada kebutuhan mendesak.
Risiko yang Muncul saat HP Tetap Digunakan
| Risiko | Dampak pada Perangkat |
|---|---|
| Baterai panas | Suhu meningkat dan dapat memengaruhi komponen baterai |
| Baterai cepat rusak | Ketahanan menurun serta berpotensi menggelembung |
| Kinerja ponsel turun | Respons perangkat dapat melambat |
| Korsleting | Berisiko memicu kebakaran atau ledakan |
Kenaikan suhu menjadi tanda yang perlu diperhatikan saat HP sambil dicas dilakukan, terutama ketika perangkat juga dipakai membuka aplikasi atau bermain gim. Panas yang muncul bukan sekadar membuat ponsel tidak nyaman digenggam, melainkan dapat berdampak pada bagian di dalam baterai.
Arus dari adaptor dan charger dapat meningkatkan suhu baterai selama daya diisi. Pemakaian perangkat secara bersamaan menambah pelepasan daya dan berpotensi membuat suhu semakin naik.
4 Dampak Penggunaan HP saat Pengisian Daya
1. Baterai Menjadi Panas
Proses pengisian dan penggunaan perangkat berjalan bersamaan ketika ponsel tetap dioperasikan. Kondisi ini dapat membuat baterai menerima panas dari arus pengisian sekaligus beban kerja perangkat.
Suhu tinggi dapat memengaruhi komponen yang berada di dalam baterai. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan apabila perangkat terasa jauh lebih panas dari biasanya.
2. Baterai Lebih Cepat Rusak
Dalam keadaan tertentu, penggunaan ponsel saat dicas dapat membuat arus keluar lebih besar daripada arus yang masuk. CNN Indonesia mengutip penjelasan Rexus bahwa kondisi tersebut dapat memicu reaksi kimia yang menghasilkan gas terperangkap.
Gas yang tertahan berpotensi membuat baterai menggelembung. Daya tahan baterai juga dapat turun perlahan walaupun indikator pada layar masih menunjukkan pengisian penuh.
3. Kinerja Ponsel Menurun
Prosesor, GPU, RAM, dan komponen lain tetap bekerja ketika ponsel dipakai menjalankan aplikasi. Beban kerja itu berlangsung bersamaan dengan pengisian daya yang juga memerlukan aktivitas di dalam perangkat.
Akibatnya, respons ponsel dapat terasa lebih lambat. Membuka aplikasi maupun menjalankan pekerjaan lain bisa menjadi kurang lancar saat beban sistem meningkat.
4. Potensi Korsleting dan Terbakar
Korsleting merupakan risiko yang paling perlu diwaspadai dalam kebiasaan memakai HP saat dicas. Jika terjadi gangguan kelistrikan, perangkat berpotensi terbakar atau meledak ketika masih digunakan.
Kondisi charger dan perangkat perlu diperiksa sebelum pengisian dilakukan. Pengisi daya yang tidak sesuai dengan kapasitas baterai dapat menambah faktor risiko selama proses tersebut berlangsung.
Langkah Mengurangi Paparan Risiko
Jika ponsel harus dipakai ketika sedang mengisi daya, penggunaan earphone dapat membantu menjauhkan perangkat dari telinga saat melakukan panggilan. Earphone nirkabel atau Bluetooth dapat meminimalkan jarak pengguna dari ponsel apabila terjadi masalah seperti setruman, korsleting, atau kebakaran.
Power bank juga dapat disiapkan sebagai sumber daya cadangan saat berada di perjalanan. Ketersediaan daya tambahan membantu pengguna mengurangi kebutuhan memakai perangkat ketika tersambung ke pengisi daya.
Penggunaan charger original yang sesuai dengan perangkat tetap penting untuk diperhatikan. Saat ponsel tidak benar-benar diperlukan, membiarkannya beristirahat selama pengisian dapat membantu menjaga suhu, baterai, dan keamanan perangkat.






