Karim Benzema menjalani karier profesional yang tidak lazim bagi penyerang top Eropa karena hanya membela tiga klub. Perjalanannya membentang dari Olympique Lyon, berlanjut selama 14 musim di Real Madrid, lalu memasuki babak baru bersama Al-Ittihad.
Perpindahan ke Arab Saudi pada 2023 menutup salah satu era terpanjang dalam sejarah Real Madrid. Benzema pergi sebagai kapten, pencetak gol terbanyak kedua klub, dan pemilik lima gelar Liga Champions.
Tiga Klub dalam Perjalanan Profesional
| Periode | Klub | Peran Penting |
|---|---|---|
| 2004–2009 | Olympique Lyon | Awal karier profesional |
| 2009–2023 | Real Madrid | Menjadi legenda klub |
| 2023–Sekarang | Al-Ittihad | Tantangan baru |
Benzema lahir di Lyon dari keluarga keturunan Aljazair dan masuk akademi Olympique Lyon ketika berusia sembilan tahun. Dari sana, ia berkembang hingga mampu menembus tim utama dan menjadi bagian dari periode dominasi Lyon di Ligue 1.
Ia meraih empat gelar Ligue 1 bersama klub masa kecilnya. Musim 2007/08 menjadi salah satu bukti ketajamannya setelah ia menjadi pencetak gol terbanyak liga serta Pemain Terbaik Ligue 1.
Real Madrid Menjadi Panggung Utama
Ketajaman Benzema di Prancis membuat Real Madrid merekrutnya pada musim panas 2009. Ia datang dalam proyek Galacticos jilid kedua yang turut menghadirkan Cristiano Ronaldo dan Kaka.
Masa awal Benzema di Madrid diwarnai pasang surut. Ia kemudian membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang yang tidak hanya menyelesaikan peluang, tetapi juga mampu mengatur keterhubungan serangan.
Kemampuan itu membuat Benzema sangat menonjol ketika menjadi rekan Ronaldo. Setelah era Ronaldo berakhir, ia mengambil peran yang lebih sentral dan tampil sebagai pemimpin lini depan Madrid.
Media Indonesia mencatat Benzema membuat 354 gol dalam 648 pertandingan di semua kompetisi bersama Real Madrid. Jumlah tersebut membuatnya berada di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, hanya di bawah Ronaldo.
Trofi dan Penghargaan Individu
Selama memperkuat Madrid, Benzema memenangkan empat gelar La Liga dan lima Liga Champions. Ia juga dikenal dengan nomor 9, meskipun pada awal kariernya di klub itu pernah memakai nomor 11.
Musim 2021/22 menjadi periode paling menonjol dalam pencapaian individunya. Benzema meraih penghargaan Pemain Terbaik UEFA, lalu memenangkan Ballon d’Or 2022 setelah membantu Madrid merebut La Liga dan Liga Champions.
Julukan “Big Benz” dan “King Karim” melekat di kalangan pendukung Madrid. Julukan tersebut lahir dari perannya dalam periode penuh trofi dan kemampuannya menjadi pusat permainan tim.
Al-Ittihad dan Catatan Bersama Prancis
Pada 2023, Benzema bergabung dengan Al-Ittihad melalui status bebas transfer. Ia menyebut tantangan baru di negara Muslim serta keinginan berkontribusi bagi perkembangan sepak bola Arab Saudi sebagai alasan kepindahannya.
Langkah itu berlangsung bersamaan dengan datangnya sejumlah bintang sepak bola dunia ke Arab Saudi. Benzema pun melanjutkan kariernya di kompetisi ketiga yang berbeda setelah Prancis dan Spanyol.
Di Timnas Prancis, karier Benzema sempat terganggu oleh periode absen panjang akibat masalah internal. Ia kembali untuk Euro 2020 dan membantu Prancis menjadi juara UEFA Nations League 2021.
Benzema tidak masuk skuad Prancis ketika tim tersebut memenangi Piala Dunia 2018. Cedera juga membuatnya absen menjelang Piala Dunia 2022 dimulai.






