Lima kawasan pesisir di Kalimantan Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi lokasi penanaman mangrove oleh BNI. Sebanyak 258.000 bibit telah ditanam selama delapan tahun terakhir melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Penanaman itu diarahkan untuk memperkuat daya tahan kawasan pantai terhadap risiko lingkungan. Pada saat yang sama, pemulihan mangrove diproyeksikan mendukung kegiatan ekonomi warga yang hidup di sekitar pesisir.
| Lokasi Penanaman | Wilayah |
|---|---|
| Mempawah | Kalimantan Barat |
| Kebumen | Jawa Tengah |
| Kepulauan Seribu | DKI Jakarta |
| Banyuwangi | Jawa Timur |
| Pamekasan | Jawa Timur |
Menahan Risiko di Garis Pantai
Mangrove merupakan penyerap karbon alami atau carbon sink yang penting bagi lingkungan pesisir. Vegetasi tersebut juga membantu melindungi pantai dari abrasi, gelombang tinggi, serta kenaikan muka air laut.
Fungsi perlindungan itu turut berhubungan dengan keberlangsungan aktivitas perikanan. Hutan mangrove menyediakan habitat bagi beragam biota laut yang menopang sumber daya di wilayah pantai.
BNI memandang rehabilitasi mangrove sebagai penerapan solusi berbasis alam atau Nature-based Solutions (NbS). Melalui pendekatan ini, alam ditempatkan sebagai bagian dari solusi atas ancaman lingkungan dan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Warga Terlibat di Setiap Tahap
Program BNI Berbagi tidak hanya berfokus pada agenda penanaman bibit. Kelompok tani dan masyarakat sekitar dilibatkan dari tahap pembibitan, penanaman, sampai pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove.
Keterlibatan tersebut membuka kemungkinan tumbuhnya sumber pendapatan baru bagi warga. Ekowisata dan produk olahan menjadi kegiatan yang dapat berkembang dari ekosistem mangrove yang dikelola secara berkelanjutan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bahwa tujuan program mencakup pemulihan lingkungan sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat. “Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Hasil Evaluasi di Banyuwangi
Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi telah dievaluasi untuk melihat dampaknya bagi masyarakat. Evaluasi tersebut menghasilkan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 84,09 persen.
Capaian itu mencerminkan tingginya apresiasi terhadap pelaksanaan dan manfaat program di lokasi tersebut. Hasilnya juga memperlihatkan kaitan antara Konservasi Mangrove dengan peluang penguatan kesejahteraan warga pesisir.
Kolaborasi Akan Diperkuat
BNI menyatakan akan melanjutkan dan memperluas kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi itu ditujukan untuk memperkuat rehabilitasi mangrove dan membangun Ekonomi Pesisir yang berkelanjutan.
Program ini diperkuat dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia setiap 26 Juli dan menjadi bagian dari penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola di BNI. Perusahaan juga menyebut inisiatif tersebut sejalan dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat.






