17 SPBU Flores Belum Pulih Pascagempa, Listrik dan Komunikasi Jadi Kendala

Sebanyak 17 SPBU di Flores belum dapat kembali beroperasi setelah gempa bumi melanda wilayah tersebut. Pemulihan terhambat oleh masalah listrik, jaringan komunikasi, kerusakan sarana, serta keterlibatan tenaga operasional dalam proses evakuasi dan penanganan daerah terdampak.

Situasi ini membuat pembukaan kembali SPBU harus dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan di setiap lokasi. Pertamina Patra Niaga tidak langsung mengaktifkan fasilitas yang belum melewati pemeriksaan keselamatan.

Di sisi lain, layanan BBM mulai menunjukkan pemulihan karena 35 dari total 52 SPBU di Flores telah kembali beroperasi. Angka itu bertambah tiga SPBU dari kondisi sebelumnya dan membantu memperluas pelayanan bagi masyarakat.

Pemulihan Tidak Hanya Membuka SPBU

Operasional SPBU bergantung pada kesiapan fasilitas pendukung dan kelancaran jalur suplai. Pertamina Patra Niaga juga harus memastikan penyaluran energi tetap aman ketika beberapa akses darat masih terganggu longsor.

Enam Fuel Terminal tetap beroperasi untuk memasok dan mendistribusikan energi ke wilayah pelayanan. Sementara itu, tiga terminal lainnya bersiap menjalankan penyaluran setelah akses jalan yang terdampak kembali normal.

KomponenJumlahKondisi Terkini
SPBU di Flores35 dari 52Telah beroperasi
SPBU di Flores17Dalam pemulihan bertahap
Fuel Terminal6Tetap beroperasi
Agen LPG di Flores5Beroperasi dengan aman

Untuk mengurangi dampak gangguan akses darat, suplai dapat dialihkan melalui Fuel Terminal Labuan Bajo, Bima, Ende, dan Maumere. Moda transportasi laut turut disiapkan sebagai dukungan bagi daerah yang belum dapat dijangkau maksimal melalui jalur darat.

Pemeriksaan Fasilitas Menentukan Kecepatan Pemulihan

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan keselamatan menjadi dasar dalam pemulihan fasilitas. Pengecekan dilakukan sebelum sarana penyaluran kembali dibuka untuk masyarakat.

“Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan,” ujar Kitty.

Pendekatan bertahap ini membuat waktu pemulihan bisa berbeda antara satu SPBU dan lokasi lainnya. Kondisi listrik, komunikasi, kerusakan sarana, serta ketersediaan tenaga operasional menjadi faktor yang menentukan.

Fokus penanganan juga mencakup keberlangsungan kebutuhan energi rumah tangga. Lima agen LPG di Flores masih beroperasi dalam kondisi aman, sementara stok di tingkat agen dan outlet secara umum tersedia.

Tabung LPG Tiba di Maumere

Pada pembaruan 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung telah tiba di Maumere. Kedatangan tabung tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga layanan LPG bagi warga di wilayah terdampak.

Pertamina Patra Niaga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, instansi terkait, serta mitra lembaga penyalur. Koordinasi itu diarahkan pada percepatan pemulihan sarana energi dan kelancaran distribusi BBM maupun LPG.

Dengan 35 SPBU yang telah beroperasi dan enam Fuel Terminal yang tetap aktif, layanan energi di Flores terus dipertahankan di tengah keterbatasan akses. Pemulihan 17 SPBU tersisa akan mengikuti hasil pemeriksaan dan kesiapan fasilitas di masing-masing daerah.

Baca Juga