Xavi Hernandez kembali menggantikan Ronald Koeman, kali ini bukan di FC Barcelona melainkan di tim nasional Belanda. KNVB memberi pelatih asal Spanyol itu kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030 untuk memimpin fase baru De Oranje.
Situasi ini mengingatkan perjalanan Xavi pada November 2021. Saat itu, ia mengambil alih posisi pelatih utama Barcelona dari Koeman.
Perpindahan ke Belanda memiliki makna tersendiri bagi Xavi karena sepak bola negara tersebut membentuk sebagian pandangannya tentang permainan. Pelatih berusia 46 tahun itu menyebut dirinya memiliki hubungan khusus dengan tradisi sepak bola Belanda.
Hubungan Lama dengan Sepak Bola Belanda
Xavi tumbuh dalam lingkungan akademi Barcelona yang dipengaruhi gagasan Johan Cruyff dan Rinus Michels. Kedua tokoh tersebut disebutnya sebagai figur penting dalam pembentukan pemahaman sepak bolanya.
“Menjadi pelatih Belanda adalah sebuah kehormatan besar. Sebagai alumni akademi FC Barcelona yang sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasakan hubungan khusus dengan sepak bola Belanda,” kata Xavi.
Pengaruh Belanda dalam kariernya juga hadir melalui Louis van Gaal dan Frank Rijkaard. Van Gaal memberikan kesempatan debut kepada Xavi di Barcelona, sementara Rijkaard berperan penting dalam perkembangannya sebagai pemain dan pelatih.
“Dalam beberapa hal, saya adalah anak dari sepak bola Belanda,” ujar Xavi. Pernyataan itu menjelaskan alasan ia melihat pekerjaan baru ini lebih dari sekadar perubahan tempat melatih.
Babak Baru yang Memutus Tradisi
KNVB mengumumkan penunjukan Xavi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Keputusan itu menjadikannya pelatih asing pertama tim nasional putra Belanda sejak Ernst Happel asal Austria pada 1978.
Artinya, Belanda mengakhiri periode 53 tahun tanpa pelatih asing di kursi utama tim putra. Xavi akan memimpin tim bersama staf pelatih, para pemain, dan jajaran KNVB sampai turnamen Piala Dunia FIFA 2030.
| Tanggal atau Periode | Peristiwa | Detail |
|---|---|---|
| 12 Agustus 2026 | Penunjukan Xavi | KNVB mengumumkan pengganti Koeman |
| 24 September 2026 | Debut bersama Belanda | Menghadapi Jerman di UEFA Nations League |
| Hingga 2030 | Masa kepemimpinan | Kontrak sampai Piala Dunia FIFA 2030 |
Permainan Menyerang Menjadi Arah Utama
Xavi menegaskan tujuan utamanya tetap meraih kemenangan bersama Belanda. Namun, ia ingin hasil itu dicapai melalui permainan yang mencerminkan identitas menyerang dan memberikan kegembiraan bagi para pendukung.
Ia berencana mempertahankan pendekatan berbasis penguasaan bola. Pendekatan tersebut akan dipadukan dengan kreativitas, semangat, dan keteguhan hati para pemain.
“Tentu saja, tujuan utamanya adalah selalu untuk menang, tetapi saya ingin mencapainya dengan cara yang mencerminkan karakteristik ini dan memberikan kegembiraan bagi para penggemar,” kata Xavi. Ia juga menilai Belanda memiliki fondasi dan potensi untuk berkembang di panggung internasional.
Laga pertama menghadapi Jerman pada 24 September 2026 akan menjadi ujian awal bagi rencana tersebut. Duel UEFA Nations League itu sekaligus membuka periode kepemimpinan Xavi di level internasional.
Sambutan dari Xavi Simons
Penunjukan Xavi memperoleh respons hangat dari gelandang Belanda, Xavi Simons. Pemain Tottenham Hotspur tersebut mengunggah foto masa kecilnya saat berada di Barcelona bersama Xavi Hernandez.
Simons menyebut nama depannya terinspirasi langsung dari mantan gelandang Barcelona itu. “Nama yang menginspirasi nama saya. Selamat datang di Belanda, pelatih Xavi Hernandez,” tulisnya.
Dukungan itu menjadi salah satu tanda awal penerimaan terhadap pelatih baru Belanda. Dengan durasi kontrak hingga 2030, Xavi memiliki ruang waktu untuk membentuk tim sesuai gagasan permainan yang selama ini ia kagumi.






