Jose Mourinho memiliki deretan pemain bintang sebagai modal untuk membawa Real Madrid kembali bersaing memperebutkan gelar LaLiga. Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham menjadi nama utama dalam rencana kebangkitan tersebut.
Potensi skuad itu datang dengan tuntutan besar karena Barcelona sedang menguasai kompetisi. Juara LaLiga dua musim beruntun itu kembali menjadi tim yang harus dilewati Madrid.
Vinicius Mendapat Peran dalam Proyek Jangka Panjang
Vinicius telah mengikat kontrak baru berdurasi enam tahun dengan Real Madrid. Kepastian tersebut mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya bersama klub.
Bagi Mourinho, perpanjangan kontrak itu membuka peluang menyusun rencana jangka panjang dengan sang pemain. Vinicius juga menyampaikan bahwa komunikasi awal dengan pelatih barunya berlangsung positif.
Menurut Vinicius, Mourinho ingin ia mempertahankan ciri permainan yang telah menjadi kekuatannya. Pemain Brasil itu menilai pendekatan tersebut membuat proses awal kerja sama berjalan baik.
“Segalanya berjalan sangat baik, berkenalan dengan pelatih baru. Mourinho ingin saya tetap seperti dulu, bahagia, ceria, dan memainkan sepak bola saya,” kata Vinicius kepada The Guardian.
Mbappe dan Bellingham memberi Mourinho pilihan tambahan di dalam skuad. Ketiganya diharapkan dapat menopang ambisi Madrid untuk kembali tampil di level tertinggi.
Yan Diomande Memperlebar Pilihan Serangan
Madrid turut menambah kekuatan lewat perekrutan pemain sayap Yan Diomande. Transfer tersebut bernilai 115 juta pound dan membuat opsi lini serang Mourinho semakin beragam.
Diomande dinilai dapat mengambil peran penting dalam rencana sang pelatih. Meski demikian, Mourinho harus menemukan cara untuk menyatukan banyak pemain berkualitas itu dalam satu sistem yang efektif.
Konsistensi akan menjadi penentu bagi Madrid dalam perjalanan liga. Keunggulan kualitas individu tidak akan cukup tanpa kerja kolektif yang mampu bertahan sepanjang musim.
Tantangan Besar Setelah Musim Hampa
Mourinho kembali ke Real Madrid saat klub baru saja menjalani musim tanpa trofi. Hasil itu menambah urgensi bagi Los Blancos untuk segera kembali dalam perebutan gelar.
Kepergian Xabi Alonso pada Januari belum mampu mengubah situasi secara instan. Di bawah arahan Alvaro Arbeloa, Madrid kehilangan gelar LaLiga dan Barcelona kembali menjadi juara.
Florentino Perez menjadi figur penting dalam keputusan membawa Mourinho pulang ke Santiago Bernabeu. Pengalaman pelatih Portugal itu pada periode sebelumnya menjadi salah satu dasar tingginya harapan klub.
Mourinho pernah membawa Madrid menjuarai LaLiga dengan raihan 100 poin. Menurut bola.kompas.com, ia juga telah mulai bekerja lebih awal pada pramusim untuk membangun disiplin serta mental juara.
Dalam wawancara internal klub yang dikutip The Guardian, Mourinho menekankan orientasinya terhadap pekerjaan tersebut. “Ini bukan tentang bekerja di Real Madrid, ini tentang bekerja untuk Real Madrid,” ujar Mourinho.
Barcelona Masih Memegang Keunggulan
Barcelona tetap menjadi favorit mempertahankan gelar setelah dua kali beruntun menjadi kampiun LaLiga. Jika kembali berada di posisi teratas, tim asuhan Hansi Flick akan meraih tiga gelar liga secara berturut-turut.
Atletico Madrid juga membuat persaingan tidak hanya terpusat pada dua klub terbesar Spanyol itu. Mourinho harus membuktikan bahwa kombinasi pemain bintang dan pendekatan barunya dapat menghasilkan perubahan nyata bagi Madrid.
Perburuan gelar akan menjadi ujian langsung atas proyek tersebut. Real Madrid perlu mengubah modal besar di dalam skuad menjadi kemenangan yang cukup untuk mengakhiri dominasi Barcelona.






