Victor Lai Pernah Gagalkan Gelar Jonatan, Kini Berpotensi Hadang di Perempatfinal

Victor Lai sudah dua kali menghentikan Jonatan Christie sepanjang 2026, termasuk di final Indonesia Open. Kini wakil Kanada itu berpotensi kembali menjadi penghalang pada perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026.

Potensi laga tersebut membuat perjalanan Jonatan menuju fase akhir tidak akan ringan. Sebelum berpeluang menghadapi Lai, ia bahkan dapat bertemu Lin Chun-Yi pada babak 16 besar.

Final yang Menggagalkan Gelar

Jonatan dan Lai pertama kali berhadapan pada 2026 dalam final Indonesia Open, 7 Juni. Pada pertandingan itu, Jonatan kalah 19-21, 8-21 dan gagal merebut gelar.

Pertemuan kedua terjadi di China Open pada Juli dalam babak perempatfinal. Lai kembali menang 21-14, 21-17 untuk menyingkirkan Jonatan dari turnamen tersebut.

Dua hasil tersebut menegaskan kesulitan Jonatan saat menghadapi Lai pada musim ini. Catatan PBSI yang diberitakan sport.detik.com menempatkan Lai sebagai salah satu calon lawan paling berbahaya di jalur undian Jonatan.

LawanPotensi BabakRekor Terkini Jonatan
Lin Chun-Yi16 besarKalah tiga kali dalam pertemuan terakhir
Victor LaiPerempatfinalKalah dua kali pada 2026

Lin Menjadi Rintangan Sebelumnya

Apabila jalur undian berjalan sesuai skenario, Lin akan lebih dahulu menguji Jonatan sebelum kemungkinan duel melawan Lai. Pemain tersebut belum pernah dikalahkan Jonatan dalam tiga pertemuan terakhir mereka.

Tiga kekalahan itu tercatat di China Masters 2025, India Open 2026, dan All England 2026. Rangkaian hasil tersebut membuat Jonatan membawa beban rekor kurang baik terhadap dua calon lawan sekaligus.

Namun, Jonatan tidak ingin terpaku pada kemungkinan pertemuan yang masih bergantung pada hasil laga awal. Ia memilih menyiapkan strategi bersama tim sambil menjalani turnamen secara bertahap.

Evaluasi untuk Respons Berbeda

Jonatan menyebut kekalahan dari Lin dan Lai telah dipelajari sebagai bahan persiapan. Ia menyiapkan beberapa opsi permainan untuk merespons kondisi yang dapat berubah di tengah pertandingan.

“Ya, sudah. Rencana A, Rencana B. Karena lawan yang awal kalah tiga kali, menghadapi Victor juga kalah dua kali. Secara otomatis, saya belajar dari kekalahan-kekalahan itu. Saya juga berdiskusi dengan tim segala macam,” kata Jonatan.

Pembahasan bersama tim meliputi kebiasaan lawan, pola permainan, serta cara mereka mengatur serangan dan reli. Jonatan juga mempertimbangkan karakter lapangan di India sebagai bagian dari gambaran menyeluruh.

“Seperti apa kebiasaannya? Bagaimana cara bermainnya? Dan kondisi di India, lapangan yang terakhir yang kami gunakan, seperti apa kondisinya? Jadi, mungkin gambaran keseluruhannya sudah ada. Mungkin cara pelaksanaannya saja,” ujarnya.

Kejuaraan Dunia 2026 dapat memberi ruang bagi Jonatan untuk membalikkan hasil atas Lin maupun Lai. Kesempatan itu baru terbuka apabila ia mampu menjaga langkah sejak pertandingan-pertandingan awal.

Baca Juga